Pasar Dandenong di Australia Miliki Banyak Toko Berlabel Halal

gomuslim.co.id- Berjarak 35 kilometer dari pusat Kota Melbourne Australia, Dandenong Victoria memiliki populasi penduduk sebanyak 140 ribu orang. Meski populasinya tidak terlalu banyak, namun penduduknya berasal dari 150 negara yang berbeda-beda. Hal ini membuat keragaman di wilayah tersebut begitu terasa.

Dandenong merupakan kabupaten dengan budaya yang sangat beragam. Dibalik keragaman suku, ras, agama dan budaya yang ada, ternyata tidaklah sulit menemukan makanan halal di wilayah tersebut. Baru-baru ini telah dibuka toko berlabel halal di pasar Dandenong, Australia. Dari sekitar 200 toko yang ada di Pasar Dandenong, beberapa di antaranya terdapat toko berlabel halal. salah satunya adalah tokonya Marmara Meat Beaf.

Marmara Meat Beef merupakan salah satu toko yang memiliki sertifikasi halal dari pemerintah setempat. Pada toko tersebut tersedia aneka ayur-sayuran, buah-buahan, daging kambing dan sapi. Tidak hanya itu, sang penjual selalu mengedepankan cara menyembelih hewan yang sesuai ajaran Islam, agar masuk kategori daging berlabel halal.

Hussein Saad salah satu karyawan di Marmara Meat Beef mengatakan daging Sapi atau kambing yang dimilikinya dapat dikategorikan halal di saat proses penyembelihan. “Daging harus berasal dari hewan yang diperbolehkan menurut Islam. Selanjutnya dalam proses penyembelihan, hewan harus mengarah ke kiblat. Pemotongan harus dilakukan di bagian leher dengan menggunakan pisau sambil menyebut nama Allah. Satu hal yang pasti, hewan harus dipotong dalam keadaan hidup dan pemotongan harus dilakukan seorang muslim,” jelasnya.

Hussen menambahkan penyediaan produk dan makanan halal ini tidak hanya diminati oleh kalangan muslim saja. Tetapi, banyak pulang pemeluk agama lain yang menyukai produk halal seperti daging kambing dan sapi. Kata Hussein, produk halal harus terjamin kebersihan dan sehat. Makanya banyak juga yang suka produk halal ini. Kami selalu memberikan pelayanan terbaik untuk para konsumen, dan pasti yang utamanya adalah halal dan baik. 

Menurut informasi, Pasar Dandenong yang begitu modern itu ternyata awalnya adalah pasar peternakan. Manajer pemasaran Pasar Dandenong, Briony Walker, menjelaskan latar belakang dibangunnya pasar tertua kedua di Negara Bagian Victoria itu. “Pasar ini awalnya merupakan pasar peternakan dan berdiri pada 1866. Barulah pada 1926 pasar tersebut tidak berfokus pada peternakan dan mulai menjual barang-barang lain,” jelasnya.

Namun sayangnya, pasar ini tidak buka setiap hari. Pasar ini hanya mengadakan aktivitas jual-beli pada Selasa, Jumat, Sabtu dan Minggu. Beberapa jenis barang yang dijual di Pasar Dandenong adalah buah lokal yang masih segar,aneka jenis daging, mulai dari sapi, kambing, ikan, tidak ketinggalan juga segala jenis bumbu penyedap untuk daging-daging, pantry yang menjual beragam jenis kopi, coklat dan juga roti, dan restoran yang menjual berbagai jenis makanan bagi pengunjung yang lelah usai mengelilingi Pasar Dandenong. (njs/dbs)


Back to Top