Bidik Wisatawan Muslim, Iran Beri Pembebasan Pajak 100 Persen bagi Bisnis Pariwisata

gomuslim.co.id- Pariwisata halal yang semakin naik daun membuat banyak negara di dunia berlomba-lomba memperkuat destinasi wisata mereka. Salah satunya dilakukan oleh Negara Iran lewat program yang menguntungkan kerja sama dengan pelaku usaha bisnis pariwisata.

Baru-baru ini, Iran menawarkan pembebasan pajak hingga 13 tahun bagi pelaku bisnis perhotelan dalam KTT pariwisata internasional yang berlangsung pekan lalu, dalam upayanya meningkatkan jumlah pengunjung dan mengubah sistem perhotelan yang usang.

Wakil Menteri Perekonomian Mohammad Khazaei mengatakan kepada para pelaku bisnis perhotelan dari 18 negara yang berkumpul di Teheran bahwa semua aktivitas ekonomi terkait pariwisata akan memperoleh pembebasan pajak 100 persen antara lima hingga 13 tahun tergantung wilayah.

Hal ini berkaitan dengan sejak pencabutan sanksi internasional dalam kesepakatan nuklir tahun lalu. Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani menjadikan pariwisata sebagai prioritas utama untuk membangun kembali perekonomian Iran yang terpuruk.

Publikasi AFP menyebutkan jumlah pengunjung sudah melonjak dalam beberapa tahun terakhir berkat pemulihan hubungan negara itu dengan negara-negara lain di dunia, naik dari 2,2 juta setiap tahun pada 2009 menjadi 5,2 juta pada 2015. Pada 2025, mereka berharap dapat mencapai 20 juta pengunjung per tahun. Pemerintah berharap akan ada pembangunan 300 hotel baru dalam lima tahun mendatang seiring dengan upaya mereka melakukan perbaikan secara radikal untuk akomodasi wisatanya yang berkualitas rendah.

Sementara itu, proyek pembangunan 170 hotel berbintang empat dan lima sedang dilakukan. CEO hotel Accor Prancis di Iran Christophe Landais mengatakan pihaknya  berusaha secara aktif pada 10 hingga 15 proyek di Iran. Adapun, Accor adalah perusahaan internasional pertama yang membuka hotel setelah kesepakatan nuklir yang bersejarah–dengan dibangunnya hotel Ibis dan Novotel di luar bandara Imam Khomeini di Teheran pada akhir September 2016.

Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteran Sosial Iran  Ali Rabiei mengatakan saat ini Iran menargetkan penciptaan lapangan kerja dari industri pariwisata mencapai 130 ribu hingga sisa waktu akhir kalender Iran yang berakhir 20 Maret 2017. Pada akhir September 2016, Rabiei menghadiri peletakan batu pertama sebuah hotel halal bintang lima di kota bersejarah, Isfahan. Pembangunan hotel halal ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun mendatang.

''Memperkuat industri pariwisata akan mengokohkan ekonomi dan menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat,'' ungkap Rabiei seperti dikutip Tehran Times akhir pekan lalu.

Dalam hal ini, Pemerintah Iran pun sudah menetapkan beberapa destinasi wisata andalan untuk menjamu para wisatawan Muslim. Cultural Heritage, Handicrafts and Tourism Organization Iran menempatkan Mashhad sebagai destinasi wisata utama, di mana 50 persen wisatawan yang berkunjung ke sana adalah wisatawan mancanegara. Mashhad  kota di timur laut Iran menjadi salah satu atraksi wisata Iran yang mampu menarik wisatawan dari Irak, Lebanon, Azerbaijan, Bahrain, Pakistan, dan India. Posisi Mashhad tersebut menciptakan peluang menjadikannya sebagai pusat pariwisata halal di Iran. (fau/dbs)

 

 

 


Back to Top