Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bank NTB Konversi ke Bank Syariah

gomuslim.co.id- Bank berbasis syariah terus menjadi idola bagi kalangan masyarakat. Hal ini merupakan bentuk positif dari peran bank syariah yang manfaatnya dirasakan. Selain karena adanya larangan praktik riba, prinsip berdasarkan syariah jauh dari ke kegiatan-kegiatan keuangan yang penuh dengan spekulasi.

Sebagai bank yang melaksanakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip syairah Islam, bank syariah beroperasi dengan tuntunan Alquran dan Sunnah. Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berbasis konvensional akan dikonversi menjadi bank umum syariah.

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, proses konversi bank konvensional menjadi bank umum syariah sudah diatur dalam peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan OJK. Dengan demikian, proses perizinannya nanti akan dilakukan di Jakarta, termasuk untuk Bank NTB yang berencana transformasi sebagai bank umum syariah.

Lebih lanjut dirinya menilai konversi Bank NTB menjadi bank umum syariah akan berdampak positif bagi perkembangan industri syariah di masa depan. “Konversi dari konvensional ke syariah ini harus memberikan manfaat masyarakat bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Rabu (5/10).

Terkait kekhawatiran beberapa pihak atas wacana tersebut, Soekro enggan berspekulasi mengingat konversi ini sudah melalui sejumlah tahapan sebelumnya sebelum diputuskan. “Ada beberapa tahapan, pertama, tentunya menyiapkan sesuai dengan ketentuan yang diatur OJK, salah satunya semacam penyiapan legalitas, penyiapan infrastruktur, dan penyiapan SDM yang dilakukan Bank NTB,” katanya.

Ia memaparkan konversi menjadi bank umum syariah tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya SDM dan IT yang kuat serta dukungan masyarakat yang ikut andil mendorong pertumbuhan perbankan syariah.

Selain itu, pengembangan industri perbankan syariah, OJK menyambut baik upaya-upaya pemangku kepentingan yang ingin mengembangkan ekonomi syariah. “Alasannya adalah sejak 2008 lalu, Presiden sudah mencanangkan  Indonesia harus menjadi sentral ekonomi syariah di dunia,” paparnya.

Karena itu, Presiden Joko Widodo telah membentuk sebuah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan diketuai langsung oleh Presiden. Ia menambahkan, OJK menyambut baik, mendukung dan akan siap mengawal beberapa hal dari sisi konversi sebab ini merupakan amanah Undang-Undang. “Terdapat salah satu pasal di UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang mengamanahkan tumbuh kembangnya industri perbankan syariah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan konversi Bank NTB merupakan salah satu program yang terus dimatangkan. “Hal ini tentu merupakan sebuah langkah besar dan butuh kesungguhan dari semua pihak dan sekaligus menjadi ladang pembelajaran dalam memastikan keseluruhan informasi yang komperhensif, dan langkah yang matang," jelasnya.

Zainul berharap peralihan sistem bank konvensional menjadi bank syariah, tidak mengakibatkan adanya kontra produktif dari publik. “Saya percaya bahwa sistem syariah itu lebih baik. Tetapi operasionalisasinya tentu membutuhkan kemampuan dan sinergi manusia, maka disinilah NTB perlu mempersiapkan manusia yang baik, dan SDM yang mumpuni sehingga keyakinan dan kenyataan sejalan,” pungkasnya. (njs/dbs)

 


Back to Top