Indonesia International HalalLifestyle Expo & Conference 2016

Begini Strategi Thailand Garap Produk Halal di Pasar Global

gomuslim.co.id– Industri halal yang semakin berkembang menjadi sebuah potensi baru untuk menambah pemasukan bagi setiap negara. Tidak hanya bagi negara yang penduduknya mayoritas Muslim, tren industri halal juga dapat dirasakan manfaatnya di negara yang minoritas beragama Muslim seperti Thailand. Pada ajang Indonesia International HalalLifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 yang berlangsung di Jakarta ini, Thailand mengungkapkan strategi mereka untuk menangkap peluang bisnis dari industri halal yang tengah berkembang ini.
 
Meskipun umat Muslim di Thailand bukanlah mayoritas, namun para pemangku kepentingan seperti pemerintah dan para pengusaha serta stakeholder terkait, saling bahu membahu dan memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan industri halal di negara mereka.
 
Sebagai pembicara utama dalam konferensi internasional halal pada Kamis (06/10/2016), Founder The Halal Science Center Chulalongkorn University Winai Dahlan menyebutkan bahwa Thailand memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menggarap pasar halal yang tengah berkembang. Winai yang merupakan cucu dari KH. Ahmad Dahlan ini memaparkan pengalamannya di Thailand dalam menangkap peluang yang hadir dari tren indutri halal ini.
 
Winai berujar salah satu cara Thailand adalah dengan memanfaatkan kapasitas yang ada serta meningkatkan kapasitas tersebut dan menciptakan laboratorium halal. Selain itu, Thailand juga akan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan industri halal mereka, seperti menggunakan platform IoT (Internet of Things) dan platform smart city yang saat ini baru terealisasi dalam bentuk aplikasi pada smartphone.
 
“Sektor agrifood dan agrikultur juga menjadi sektor yang akan berkembang, seiiring dengan perkembangan teknologi. Seperti memanfaatkan tren IOT untuk menghasilkan produk makanan yang baik dan halal serta efisien menggunakan berbagai sensor,” papar Winai.
 
Thailand sendiri membagi perkembangan industri halal mereka menjadi empat periode. Periode pertama yang mereka sebut Halal 1.0 telah dimulai sebelum tahun 1949, di mana halal dan haram ditentukan oleh tokoh agama. Kemudian Halal 2.0 yang diberlakukan pada periode tahun 1949 hingga 1997 ysng mana status halal ditentukan oleh tenaga ahli dngan mengeluarkan sertifikat. Halal 3.0 yang mulai diberlakukan pada tahun 1997 hingga saat ini, yang mana penentuan status halal harus melalui laboratorium yag sudah teruji. Sementara Halal 4.0 yang mulai digagas ini akan diberlakukan pada tahun 2017 mendatang di mana logo halal sudah menjadi second brand dan sertifikasi halal sudah dikaitkan dengan kepentingan lain. Pada Halal 4.0, perkembangan teknologi mulai digunakan secara intens dan bisa dilihat dari saat ini sebagai masa transisi.
 
Pada Halal 4.0, beberapa perkembangan teknologi akan sering digunakan seperti Cloud Computinng, GPS, Robot dan Nano serta berbagai platform IoT yang menghsilkan perusahaan startup halal, e-commerce halal, e-marketplace, e-logistics dan e-certification dan tidak ketinggalan perusahaan keuangan digital berbasis syariah yakni Financial Technology (Fintech).
 
"Sertifikasi halal bisa menjadi sebuah cara ampuh untuk menghasilkan produk halal yang berkualitas. Untuk menciptakan sertifikasi yang sempurna, dibutuhkan pusat R&D. Sertifikasi halal ini juga perlu terkoneksi dengan platform IoT dan Smart City, " tukasnya. (ari)
 
Baca juga:

Back to Top