Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference 2016

Kawasan Asean Berpotensi Jadi Hub Halal Global

gomuslim.co.id- Indonesia International HalalLifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 resmi dibuka pada Kamis (06/10). Ajang prestisius yang berlangsung selama tiga hari di Jakarta ini membahas tentang tren global dan peluang bisnis di Industri halal Indonesia.

Fenomena industri halal dan peluang Indonesia untuk bisa menjadi pemain besar pada industri ini menjadi pembahasan yang menarik dalam konferensi yang digelar di Artpreneur Ciputra ini. Namun, pada dasarnya bukan hanya Indonesia yang berpotensi menjadi pemain raksasa di industri yang kian matang ini. Pasalnya, anggapan bahwa wilayah ASEAN yang berpotensi menjadi Hub Halal dunia semakin menguat.

Anggapan tersebut dikatakan oleh Founder The Halal Science Center Chulalongkorn University Winai Dahlan. Winai mengatakan bahwa kawasan ASEAN berpotensi besar menjadi Hub Halal dunia. Anggapan ini bukan tanpa alasan, mengingat di wilayah ini jumlah umat islam sangat banyak dan di wilayah ASEAN juga diisi oleh negara-negara berkembang dengan mayoritas penduduknya beragama Muslim.

Meski di negaranya yakni Thailand, umat Muslim bukanlah umat mayoritas, namun Winai menuturkan bahwa di negeri Gajah tersebut para pemangku kepentingan seperti pemerintah dan para pengusaha serta stakeholder terkait, saling bahu membahu dan memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan industri halal di negara mereka.

Winai yang juga merupakan keturunan dari Kyai Haji Ahmad Dahlan ini mengungkapkan bahwa di wilayah Asia Tenggara terdapat negara-negara yang berpengaruh dalam memajkan industri halal seperti Indonesia, Malaysia serta Thailand sendiri.

“Kawasan Asean juga bisa menjadi Hub halal dunia, dengan banyaknya umat muslim yang ada di kawasan ini, serta semakin berkembangnya teknologi dan ekonomi di negara-negara Asean seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia menjadikan sebuah peluang untuk merealisasikan hal tersebut,” ujar Winai pada   Konferensi IIHLEC 2016. 

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa wilayah Asia Tenggara juga merupakan wilayah sub region dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pada kawasan ASEAN juga memiliki beberapa sektor ekonomi yang berpotensi besar menggarap tren halal ini seperti agrikultur, perikanan, peternakan, fashion halal serta pariwisata halal yang semakin hari semakin berkembang.

Belum lagi jika dilihat dari jumlah penduduk, Asia Tenggara merupakan wilayah dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia. Pada tahun 2015 saja, sekitar 85% dari seluruh jumlah penduduk yang terdiri dari 241,973,879 jiwa adalah Muslim. Di Malaysia, terdapat 60% Muslim dari 23,953,136 jiwa penduduk. Di Brunei, Muslim berjumlah 67% dari 372,361 jiwa penduduknya. Di Singapura terdapat 16% Muslim dari 4,425,720 jiwa. Selain itu, juga terdapat minoritas Muslim dibeberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti 4,392,873 orang (5%) warga filipina, 3,272,218 orang (5%) dari seluruh jumlah penduduk Thailand, 1,716,378 orang (5%) di Myanmar dan 62,171 orang (1%) di Laos. Dari statistik tersebut, bisa dijumlahkan mayoritas penduduk di kawasan Asia Tenggara adalah beragama Muslim. Hal ini sejatinya menjadi sebuah peluang asalkan kawasan Asia Tenggara tidak hanya sebagai pasar dari industri Halal.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia pada kesempatan yang sama mengungkapkan harapannya agar Indonesia bukan hanya menjadi pasar melainkan lebih berperan sebagai produsen bahka market leaader halal dunia. (ari)


Back to Top