Gaet Konsumen Muslim Dunia, Negara Bagian Victoria Siapkan Produk Halal

gomuslim.co.id- Kebutuhan produk halal di dunia terus mengalami peningkatan. Hal ini yang membuat beberapa negara melirik pasar halal sebagai target dalam meningkatkan ekonomi. Potensi besar dalam produk halal diyakini dapat memberikan pengaruh positif bagi negara yang penduduk muslimnya terus meningkat.

Menurut data dari The Global Economy Report 2015-2016, konsumen Muslim setidaknya telah menghabiskan dana 1,8 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2014. Dana ini dihabiskan dalam bentuk belanja makanan dan gaya hidup. Sementara pada tahun 2020 diprediksikan bisa mencapai 2,6 triliun dolar AS.

Untuk menanggapi hal tersebut, para eksportir terus berupaya memperoleh laba dari banyaknya pasar Muslim dunia. Sertifikasi halal, khususnya dalam bentuk produk pangan, seperti daging sapi hingga makanan olahan, menjadi keharusan bagi mereka yang hendak masuk ke pasar ini.

Sebagai negara yang menjadi salah satu pelaku utama eksportir, Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia saat ini mulai melirik beberapa negara muslim sebagai pasarnya. Meski tujuan ekspor Victoria masih didominasi Cina, para eksportir kini mulai mengarahkan bidikannya ke negara-negara seperti Timur Tengah, Turki dan Afrika Utara, India hingga Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Pada periode 2014-2015, nilai ekspor Victoria ke negara-negara Asia Tenggara mencapai 3,9 miliar dolar Australia. Produk pangan mendominasi barang ekspor, seperti olahan susu, daging, gandum, hingga produk makanan olahan. Indonesia sendiri berada di peringkat ketujuh negara tujuan ekspor Victoria di bandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Sementara, pada tahun 2015, total nilai ekspor dari Australia ke Indonesia mencapai 5,548 miliar dolar Australia. Ekspor pangan Australia ke Indonesia mencatat tiga besar. Australia mengirim gandum, hewan siap potong, makanan olahan, hingga produk olahan susu ke Indonesia. Victoria menjadi salah satu negara bagian Australia yang berkontribusi dalam kinerja ekspor negara tersebut.

Pemerintah setempat pun sadar betul betapa penting adanya sertifikasi halal agar produk mereka dapat masuk ke pasar-pasar Muslim di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia. Direktur Eksekutif Perdagangan Negara Bagian Victoria, Gonul Serbest, mengatakan, pasar domestik di Victoria sudah berpengalaman untuk mengurus label halal. Sebagai negeri multikultural, Victoria pun tidak ingin bermain-main dalam masalah halal.

“Ada lebih dari 200 etnik berbeda di Melbourne (ibu kota Victoria). Kami harus serius mengurus ini (halal),” ujarnya dalam acara pembukaan Festival Food and Beverage Trade Week 2016 di Hotel Grand Hyatt, Melbourne, baru-baru ini.

Serbest menambahkan produk halal memang menjadi hal utama bagi pasar yang mayoritas Muslim. Dengan demikian, sertifikasi kehalalan semua produk menjadi bagian pokok yang tidak dapat disepelekan.

“Kami akan penuhi semua yang menjadi kebutuhan pasar. Dalam hal ini termasuk masyarakat Muslim. Bagi kami, kepuasan konsumen merupakan hal utama dalam menjalankan bisnis,” tambahnya. (njs/dbs)


Back to Top