Bidik Wisatawan Muslim, Indonesia Bersiap Jadi Pusat Destinasi Wisata Halal Dunia

gomuslim.co.id- Sebagai negara yang memiliki populasi Muslim terbesar, Indonesia tengah mempersiapkan diri menjadi pusat destinasi wisata halal dunia. Beberapa daerah saat ini berkonsentrasi menyediakan fasilitas wisata halal. Hal demikian karena wisata halal memang menjadi salah satu fokus pengembangan wisata di Indonesia.

Hingga saat ini, Indonesia baru menduduki ranking ke-4 sebagai penyedia pariwisata halal. Namun pemerintah optimistis beberapa tahun mendatang dapat menempati posisi teratas. Sektor pariwisata halal kian dilirik oleh pelaku industri dan wisatawan muslim. Bahkan selama tiga tahun terakhir menunjukkan pertumbuh positif sebesar 15 persen.

Kementerian Pariwisata kian serius menggarap pasar wisata halal. Sebagaimana diungkapkan Staf Ahli Bidang Kemaritiman Kemenpar, Syamsul Lussa yang melihat potensi besar dari berbagai negara di Eropa, Timur Tengah dan Asia. Menurutnya, pariwisata halal terus digencarkan melalui pendekatan sistemik. Melalui promosi produk, pasar dan pemasaran, serta memperbaiki sarana dan transportasi bersama Kementerian Perhubungan.

“Pariwisata menjadi 1 dari 5 sektor prioritas karena penghasil devisa dan dapat menampung tenaga kerja. Punya pasar baik tingkatan global dan dosmetik yang kuat,” ungkapnya saat menjadi pembicara di Indonesia International Halal Lifestyle Expo and Conference di Ciputra Artpreneur Jakarta, Kamis, (6/10).

Berbagai produk wisata halal yang banyak diminati antara lain hotel, akomodasi dan kuliner. Meskipun kini Indonesia baru menduduki ranking ke-4 sebagai penyedia pariwisata halal, namun Syamsul optimistis potensi berupa alam, budaya dan atraksi dapat menempatkan Indonesia pada posisi teratas. “Tahun 2016 menargetkan wisatawan mancanegara muslim sebesar 2.579.000. Sedangkan wisnus 228,8 juta. Pada 2019 menargetkan jadi 5 juta kunjungan wisman muslim ke Indonesia,” katanya.

Selama ini, Kemenpar melihat bahwa masalah transportasi menjadi kendala yang harus segera diselesaikan. Terutama mengenai tidak adanya penerbangan langsung yang diatasi dengan menerbitkan izin unlimited flight. “Tapi signifikan dari Kemenhub memberikan unlimited flight boleh terbang langsung tanpa batas dari China dan Malaysia karena untuk fokus menyelesaikan hal itu,” katanya.

Dengan merujuk dari data terakhir, Syamsul mengungkapkan ada 12 negara yang menyumbangkan angka kunjungan tertinggi ke pasar wisata halal nusantara. Dari Timur Tengah tercatat ada Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Kuwait. Sedangkan wisman Eropa kebanyakan datang dari Rusia, Inggris, Jerman dan Prancis. “Kalau dari Asia ada Malaysia, Singapura, Tiongkok dan India,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal, Riyanto Sofyan mengatakan wisatawan muslim paling banyak datang dari Eropa dan Asia. Sedangkan dari Timur Tengah terdapat warga Arab Saudi yang tercatat sebagai negara paling banyak mengunjungi Indonesia.”Mereka outbond bisa habis 10 juta. Saat ini, orang-orang Timur Tengah sebenarnya lebih suka ke Eropa karena lebih cepat dan dekat. Makanya di Italia ada pantai halal kan,” paparnya.

Dilihat dari kecenderungan wisman yang datang, 60 persen wisatawan muslim lebih tertarik untuk mengeksplorasi wisata budaya. Di mana terbagi lagi menjadi wisata kuliner dan belanja yang berhasil menarik kunjungan sebesar 45 persen. Kemudian disusul wisata sejarah dan religi sebesar 20 persen.

Sedangkan potensi wisata alam berhasil menarik kunjungan sebesar 35 persen. Lalu ada wisata kota dan desa berhasil menarik perhatian wisatawan asing di angka 35 persen. “Untuk top pasar yang dikunjungi ada Jabar, Jatim, Jateng, Jakarta dan Sulawesi Selatan,” imbuhnya.

Ke depan, untuk semakin meningkatkan branding wisata halal Kemenpar berkomitmen untuk meningkatkan daya tarik. Terutama dengan meningkatkan amenitas berupa restoran dan hotel. Sejauh ini, permasalah sertifikasi halal pada berbagai produk wisata menjadi kendala yang belum tuntas mereka selesaikan. Sehingga masih akan menjadi tugas berat bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor industri halal. (njs/dbs)


Back to Top