KJRI Jeddah Gelar Itsbat Nikah Massal

gomuslim.co.id - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bekerja sama dengan Pengadilan Agama Jakarta Pusat untuk menyelenggarakan Itsbat Nikah di Gedung Balai Nusantara Wisma Konjen RI Jeddah, Arab Saudi. Tercatat, sebanyak 127 pasangan suami istri Warga Negara Indonesia mengikuti kegiatan itsbat nikah yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 9 sampai 11 Oktober 2016.

Ratusan pasutri tersebut berdatangan dari berbagai kota di Saudi seperti Jeddah, Makkah, Madinah, Abha, Tabuk, dan Najran. Sementara Itsbat nikah dibuka secara resmi oleh Konjen RI Jeddah M Hery Saripudin. "Program ini kami buat untuk pasangan WNI yang telah menikah secara agama atau nikah siri, namun pernikahannya belum mendapatkan pengakuan oleh negara dan tidak berkekuatan hukum," jelas Hery dalam siaran pers Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Ahad (9/10). Mereka yang mengikuti itsbat nikah membawa bukti kepemilikan dokumen yang sah.

Menurut Hery, praktik nikah siri marak terjadi kalangan mukimin di Arab Saudi. Padahal nikah siri dapat menimbulkan konsekuensi yang merugikan bagi pihak perempuan dan juga anak yang dilahirkan dari hasil pernikahan siri tersebut karena tidak adanya kejelasan status pernikahan. "Sudah bukan rahasia lagi praktik nikah siri marak terjadi di kalangan mukimin di Arab Saudi, tetapi konsekuensinya justru merugikan kaum perempuan dan anak yang dilahirkan karena tidak adanya kejelasan status pernikahan. Akibatnya status anak, hak waris, hak memperoleh nafkah jadi tidak jelas," jelas dia.

Program itsbat nikah merupakan kedua kalinya diselenggarakan KJRI Jeddah. Program ini merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan WNI untuk memperoleh dokumen nikah sah dan tercatat secara hukum negara. Adanya program ini juga untuk meminimalisir praktik pemalsuan akta atau buku nikah. Pasutri yang akan mengikuti program ini harus memenuhi persyaratan, pemohon wajib menghadirkan saksi-saksi pernikahan atau pihak yang mengetahui terjadinya pelaksanaan pernikahan, membuat pernyataan sedang tidak terikat perkawinan dengan pihak lain saat pernikahan, tidak dalam proses perceraian dengan pihak lain baik tingkat pertama, banding, maupun kasasi.

Pemohon yang masih berstatus gadis atau jejaka harus menunjukkan dokumen bukti status gadis atau jejaka. Sementara yang berstatus janda atau duda harus tunjukkan dokumen duda atau janda baik cerai hidup atau cerai mati dan dilegalisir oleh KJRI Jeddah.

Itsbat Nikah sering dilakukan untuk mengatasi permasalahan akad nikah yang sudah dilaksanakan secara sah menurut hukum Islam, namun tidak tercatat pada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama kecamatan, sebagai mana yang dimaksud dengan pasal Undang-undang Nomor 1 tahun 1974.M

Sebelumnya, sebanyak 110 pasang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) telah mengikuti sidang isbat nikah yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI di Kuching, Sarawak, Malaysia. Sidang isbat nikah ini bekerja sama dengan Pengadilan Agama Jakarta Pusat. 

Sementara itu, program isbat nikah telah berjalan sejak beberapa tahun lalu setelah diketahui banyak pernikahan yang dilakukan WNI. Khususnya, para TKI yang tidak tercatat baik di KJRI maupun di kantor KUA. (ari/dbs)


Back to Top