Duta Besar RI Sambangi Masjid Tertinggi di Rusia

gomuslim.co.id- Pemeluk agama Islam di negara Rusia merupakan terbesar kedua dari jumlah pemeluk agama di negara tersebut. Populasinya kurang lebih mencapai 15 sampai 20% atau 21 sampai dengan 28 juta penduduk. Agama Islam masuk pertama kali sekitar 922 Masehi di Volga Bulgaria. Orang Tatar, Tatarstan yang mewarisi ajaran Islam. Selanjutnya orang Turki Eropa dan Kaukasia juga menjadi pengikut Islam dari Volga masuk ke dalam Rusia.

Sedangkan jumlah Masjid yang resmi tercatat di Rusia telah mencapai 6790 buah. Namun jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar. Di Tatarstan jumlah masjid mencapai lebih dari 2500. Sedangkan di Dagestan saja tak kurang dari 3000 masjid telah berdiri.

Baru-baru ini masjid tertinggi di Rusia akan dibangun. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Federasi Rusia, Wahid Supriyadi melakukan kunjungan ke Masjid Agung Ufa ‘Salavat Yulayev’ yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan direncanakan rampung tahun 2017. Masjid ini terletak di Kota Ufa, Ibu Kota Republik Bashkortostan.

Masjid dengan kubah berlapis emas berdiameter 11,6 meter dan tinggi 46 meter serta di kelilingi 4 menara setinggi 74 meter, nantinya akan menjadi yang tertinggi di Rusia dan kedua tertinggi di Eropa setelah masjid Sulaymaniah di Istanbul, Turki, dengan tinggi kubah 53 meter.

Dalam kunjungannya itu, Dubes diterima Mufti Agung Federasi Rusia, Talgat Tajudin. Demikian dalam keterangan dari fungsi Pensosbud KBRI Moskow. Masjid yang nantinya dapat menampung sekitar 3.000 jamaah ini akan dilengkapi madrasah dan perpustakaan.

Mufti Agung Federasi Rusia Talgat Tajudin, dalam pertemuan dengan Dubes menjelaskan saat ini terdapat 1200 masjid di seluruh Bashkortostan dari 7500 masjid di seluruh Federasi Rusia. Mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam, setiap tahunnya 20-25 masjid dibangun di Bashkortostan.

Selain itu, Dubes Wahid juga bertemu dengan Kepala Republik yang dulu disebut Presiden Bashkortostan, Rustem Khamitov. Dalam kesempatan tersebut, Khamitov secara ringkas menjelaskan berbagai potensi ekonomi dimiliki Bashkortostan dan dapat dikembangkan bersama Indonesia.  Hal tersebut meliputi industri perminyakan Bashneft, petrokimia, industri mesin pesawat tempur Sukhoi, mesin helikopter, pertanian gandum dan peternakan.

Terkait hal tersebut, Dubes Wahid menyambut positif tawaran Rustem Khamitov dan menawarkan pula potensi ekonomi Indonesia, seperti CPO, karet alam, tekstil, gament, maupun buah-buahan tropis. Secara spesifik Dubes mengusulkan kerjasama sister provice atau city antara Propinsi Jawa Barat dengan Republik Bashkortostan, hal ini mengingat terdapatnya kesamaan masyarakat muslim, hasil pertanian dan produk industri yang dapat saling berkomplementer.

“Saya lihat adanya kesamaan antara Bashkortostan dengan Jawa Barat, antara lain masyarakatnya mayoritas Muslim dan sumber daya pertanian dan peternakan yang dimiliki. Produk industri atau pertanian yang dihasilkan kedua wilayah juga dapat saling melengkapi,” ujarnya.

Ide ini juga ditanggapi positif pemimpin Bashkortostan yang ikut hadir dalam pertemuan. Senator asal Republik Bashkortostan dan merangkap Ketua Persahabatan Rusia-Indonesia di Dewan Federasi Rusia, Lilia Gumerova menilai jalinan kerjasama akan menarik jika dapat direalisasikan. “Saya berharap tawaran ini dapat direalisasikan dalam bentuk kerjasama antar negara,” ujarnya.  

Dalam pertemuan dengan Ketua KADIN Bashkortostan, Azat Fazlyev Dubes Wahid secara khusus mengusulkan dijalinnya kerjasama antara KADIN Bashkortostan dengan KADIN Jawa Barat. Hal itu mengingat proses penandatanganan kerjasama Sister Province Jawa Barat dengan Bashkortostan memerlukan proses lama. Pola semacam ini sebenarnya telah dilaksanakan antara KADIN Yogyakarta dengan KADIN St. Petersburg, memungkinkan KADIN kedua daerah dapat merealisir berbagai kerjasama nyata di bidang ekonomi perdagangan.

Dubes Wahid juga menyinggung atas suksesnya kegiatan Festival Indonesia di Hermitage Garden Moskow tanggal 20 dan 21 Agustus lalu yang telah dihadiri lebih 68.000 pengunjung. Dirinya mengundang KADIN Bashkortostan berpartisipasi dalam kegiatan Festival Indonesia pada tahun 2017 mendatang.

Selain itu, Dubes Wahid juga bertemu Rektor Ufa State Petroleum Technological University (USPTU) Prof. Bakhtizin Ramil. Dalam pertemuan tersebut, Dubes menawarkan kerjasama USPTU dengan Institut Teknologi Bandung. Hal ini mengingat kedua perguruan tinggi sama-sama memiliki studi perminyakan.

Rektor USPTU menyambut baik usulan tersebut. Dirinya bahkan menambahkan sampai saat ini 8000 mahasiswa dari 44 negara dengan total 20 ribu mahasiswa USPTU, hanya terdapat sembilan mahasiswa dari Indonesia. Untuk itu Rektor USPTU mengundang lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar di USPTU.

Dubes Wahid menanggapi positif harapan Rektor dan mengusulkan USPTU berpartisipasi dalam pameran tahunan International Education Expo di Indonesia untuk menjaring mahasiswa dari Indonesia. “Mengingat mutu pendidikan di Rusia tidak kalah di banding negara Barat sedangkan biaya pendidikannya hanya sepersepuluh dibanding negara Barat, saya yakin melalui langkah promosi tersebut, jumlah mahasiswa Indoensia di Rusia khususnya di UPSTU akan meningkat,”ujarnya. (njs/dbs)

 


Back to Top