Gaet Konsumen Muslim, Adira Insurance Luncurkan Asuransi Perjalanan Syariah

gomuslim.co.id- Produk-produk berbasis syariah terus diluncurkan oleh beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan. Selain karena minat masyarakat yang tinggi, penggunaan produk berbasis syariah telah menjadi kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan bisnis yang halal sesuai dengan syariat. Kepentingan pasar muslim yang terus berkembang ini menjadi dasar dibukanya produk-produk halal.

Baru-baru ini Adira Insurance mengembangkan produk asuransi syariah (Travellin Syariah) yang diperuntukkan bagi jemaah haji dan umrah. Lewat unit bisnis syariahnya, produk baru ini menggunakan akad wakalah bil ujroh.

Sharia Division Head Adira Insurance Bimo Kustoro, mengatakan bahwa Travellin Syariah memberikan perlindungan kepada pelanggan dalam bentuk asuransi atas ketidaknyamanan dalam perjalanan (seperti penggantian biaya akibat penundaan dan pembatalan perjalanan, keterlambatan penerbangan dan kedatangan bagasi, serta kehilangan bagasi), perlindungan terhadap risiko kecelakaan (seperti meninggal dunia atau cacat tetap), dan perlindungan kesehatan saat peserta dalam perjalanan ke tanah suci (seperti santunan rawat inap, biaya pendampingan keluarga dan biaya repatriasi).

“Travellin syariah akan memberikan perlindungan menyeluruh dan tepat guna kepada para jamaah haji dan umrah yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para nasabah,” ujarnya beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut, Bimo menuturkan bahwa produk anyar yang menggunakan akad wakalah bil ujroh itu akan didistribusikan melalui agen atau biro perjalanan yang menjadi mitra perusahaan. Agen atau biro perjalanan tersebut tentunya menyediakan layanan perjalanan haji dan umrah.

Sementara itu, Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna mengatakan ‘Travellin Syariah ini merupakan pengembangan dari produk asuransi konvensional ‘Travellin’ yang sudah berjalan selama tiga tahun. Indra menjelaskan, pihaknya tidak memasang target pendapatan premi tinggi dari produk yang baru berjalan awal tahun ini, melainkan hanya ingin masyarakat mengetahui asuransi perjalanan syariah ini sehingga polis asuransi semakin bertambah.

“Sekarang (asuransi) umroh belum setahun tapi sudah dapat sekitar 12.000 polis. Yang penting buat kami adalah jumlah orangnya dulu. Kalau makin besar akan semakin banyak dipromosikan,” ujarnya.

Asuransi perjalanan syariah ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No.18/2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umroh serta Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI tentang Asuransi Haji yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Selain asuransi perjalanan, Adira Insurance Syariah juga tetap mengembangkan produk asuransi berbasis syariah lainnya, baik di mikro maupun ritel, seperti Amanah Mikro, Salaam Sehat dan Salaam Card.

Kelahiran produk asuransi berbasis syariah ini tidak terlepas dari besarnya peluang pasar yang diiringi oleh pertumbuhan institusi syariah di pasar yang semakin pesat. Adira Insurance optimis bahwa perolehan premi Travellin Syariah mampu mencapai Rp 5 miliar setiap tahun.

Hingga saat ini, Adira Insurance Syariah tercatat telah meluncurkan 10 produk di antaranya yaitu Autocillin Ikhlas, Motor Mikro Syariah, dan Home Insurance, dan berbagai produk lainnya. Bisnis asuransi syariah Adira Insurance terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, porsi bisnis syariah terhadap total portfolio bisnis Perusahaan hampir mencapai 9,82 persen. Adapun pangsa pasar (market share) Adira Insurance Syariah di industri adalah sebesar 11,03 persen di tahun 2015.

Tahun ini, Adira Insurance Syariah ingin tumbuh 46 persen dari realisasi premi sepanjang tahun lalu. Per September 2016, premi bruto Perusahaan tercatat lebih dari Rp 180 miliar atau meningkat 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Salah satu strateginya, memasarkan produk dengan berbagai metode pemasaran antara lain bekerja sama dengan bank, leasing, dan instansi keuangan lainnya, serta direct selling. Tidak hanya itu saja, kami juga melakukan cross selling terhadap pelanggan eksisting,” ujarnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan asuransi umum syariah di Indonesia masih menunjukkan keuangan yang bertumbuh. Premi bruto asuransi syariah per 2015 masih tumbuh 10,87 persen. Sementara aset dan investasi pun tumbuh masing-masing sebesar 13,14 persen dan 12,53 persen. (njs/dbs)


Back to Top