Perbankan Rusia Mulai Jajaki Ekonomi Syariah

gomuslim.co.id– Rusia menjadi salah satu negara di Eropa yang jumlah penduduknya sangat banyak. Dari semua penduduk tersebut, tercatat lebih dari 20 juta muslim bermukim di Rusia. Pada dasarnya, mereka merupakan etnis muslim, seperti Tatar, Chechnya, Dagestan, Bashkiri, dan lain-lain. Namun, ada pula yang merupakan pemeluk Islam baru, yaitu orang-orang yang secara sadar memutuskan untuk memeluk agama Islam (mualaf).

Tidak hanya itu, Rusia juga kini mulai menyadari pentingnya Islam dengan menghadirkan banyak fasilitas halal untuk menarik wisatawan muslim berkunjung di negara yang memiliki wilayah terluas di dunia ini. Sebagai contoh, hadirnya Aerostar Hotel yang menyediakan sarapan makanan halal, Alquran tersedia di dalam kamar, dan ruang shalat khusus untuk pengunjung. Beberapa fasilitas ini terdapat di hotel yang meluncurkan layanan halal ini sebagai cara untuk menarik wisatawan Muslim. Aerostar Hotel, melaporkan bahwa mayoritas dari tamunya adalah wisatawan internasional dan banyak dari mereka berasal dari negara-negara Muslim, khususnya Iran. Dengan demikian, banyak tamu Muslim meminta ruang yang terpisah di mana mereka bisa shalat dan berdoa dan menu khusus.

Selain itu, untuk urusan keuangan, Rusia juga mulai memperluas produk keuangan Islam mereka. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan kerja sama antara tiga lembaga keuangan terbesar di Rusia yakni Vnesheconombank, Sberbank, dan Tatfondbank dengan Islamic Development Bank of Saudi Arabia pada tahun ini.

Direktur Eksekutif Divisi Corporate and Investment Sberbank Maxim Osintsev mengatakan, ketiga bank tersebut juga akan berpartisipasi dalam World Islamic Banking Conference di Bahrain pada 5-7 Desember 2016 mendatang. Melalui produk keuangan islam yang sudah dimiliki, ketiga bank ini menyasar investor di negara-negara Teluk dan Asia Tenggara.

"Saat ini sudah ada dukungan politik bagi keuangan Islam agar dikembangkan di Rusia. Orang-orang saat ini sudah memahami bahwa market gab potensi perbankan syariah secara global sangat besar," ujar Maxim dilansir dari publikasi Realnoe Vremya, (10/10).

Maxim menjelaskan undang-undang perbankan Rusia masih menjadi penghalang utama bagi perbankan syariah untuk melakukan ekspansi. Sebab, ada larangan perbankan terlibat dalam pembiayaan kegiatan komersial sehingga kegiatan operasional perbankan terbatas pada pengelolaan aset seperti logam mulia.

Sementara itu, Direktur Utama Vnesheconombank Sergey Gorkov mengatakan, pihaknya telah meluncurkan beberapa proyek halal di Republik Ingushetia. Selain itu, Vnesheconombank juga tertarik dengan proyek-proyek yang berorientasi ekspor ke negara-negara muslim. Menurut Sergey, Rusia telah melakukan ekspor dengan nilai 3 miliar dolar AS ke negara-negara anggota OKI.

Undang-undang perbankan Rusia saat ini merupakan penghalang utama untuk ekspansi keuangan Islam ke negara tersebut. UU tersebut melarang bank terlibat dalam kegiatan komersial, sehingga mereka dapat beroperasi hanya pada rentang aset yang terbatas misalnya logam mulia. Namun seiring dengan berjalannya waktu hal ini bisa dipecahkan dengan menggunakan alternatif lainnya.

Seperti diketahui, Industri keuangan Islam tumbuh lebih cepat dari perbankan aset secara keseluruhan, dengan tingkat tahunan sebesar 17,6 persen antara 2009 sampai 2013. Sementara itu, aturan agama Islam tidak memungkinkan untuk mendapatkan tingkat suku bunga dengan prinsip utama yang berlaku bahwa baik itu kerugian ataupun keuntungan dibagi antara pemberi pinjaman dan peminjam.(ari/dbs)

 


Back to Top