Lembang Gelar Farmhouse Oktoberfest Versi Halal

gomuslim.co.id – Oktoberfest merukan sebuah kegiatan yang menjadi tradisi bagi masyarakat Jerman. Awalnya, pesta yang digelar sejak 1810 itu digelar untuk merayakan pernikahan Raja Ludwig I dengan Putri Therese di Kota Munich. Penduduk kota diundang untuk turut berpesta dengan mengenakan kostum tradisional. Selanjutnya, acara itu dimeriahkan dengan lomba pacuan kuda. Namun seiring perkembangan zaman, pacuan kuda ditiadakan namun pesta bir dan makanan tradisional tetap dipertahankan. Pesta ini digelar setiap bulan Oktober dan berlangsung selama 16 hari.

Di negara asalnya yakni Jerman, Oktoberfest identik dengan pesta minuman beralkohol dan sajian makanan tradisional mereka. Setiap tahun, festival tersebut menarik jutaan pengunjung dari berbagai negara dan menjadi salah satu festival terbesar di dunia.

Beranjak dari fenomena tersebut, keseruan Oktoberfest pun mulai menjalar ke wilayah dataran tinggi kawasan Bandung Utara, Jawa Barat. Salah satu destinasi wisata di Lembang, Farmhouse mencoba menghadirkan festival tahunan ini dengan menggelar 'Farmhouse Oktoberfest 2016'

Berbeda dengan Oktoberfest di negara asalnya yang identik dengan tradisi bangsa Jerman, pengelola Farmhouse mencoba mengemas festival itu dengan nuansa lebih universal dan tentunya lebih ramah Muslim. Kegiatan yang dihelat pada tanggal 9 Oktober ini menghadirkan parade busana negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Swedia, Polandia, hingga suku Indian yang tentu tidak mengumbar aurat serta Lenggak-lenggok para penari yang tak sensual.

Untuk menambah keseruan, pihak pengelola juga menyediakan kostum bagi para pengunjung yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan itu. Melanie, selaku pengelola Farmhouse mengungkapkan bahwa ini merupakan festival pertama yang digelar di kawasan sejuk di kota Bandung ini.

Melanie sengaja menggelar Oktoberfest untuk menularkan kemeriahan sekaligus memberi wawasan tentang budaya bangsa Eropa di Bandung. "Oktoberfest itu kan budaya bangsa Bavaria. Alasan kita, ingin memperkenalkan budaya bangsa lain kepada masyarakat. Hal itu juga senada dengan desain bangunan Farmhouse yang bergaya Eropa," tutur Melanie.

Tak hanya disuguhi para busana, para pengunjung juga bisa menikmati sajian tradisional bangsa Eropa, seperti pretzel (roti khas Jerman) yang disajikan dengan butterbeer. Ada pula Eier Koek (roti khas Belanda) yang diolah langsung oleh koki asli asal negeri Kincir Angin dan dijamin halal.

"Saya menyajikan resep asli nenek moyang dari Belanda. Ada banyak kue yang saya sajikan di sini. Paling spesial ada pie beras, semua resep asli dari Belanda, tapi saya membuatnya di Bandung," tutur Patrick Beintema, seorang juru masak asal Belanda.

Melanie menambahkan meski seluruh acara bergaya Eropa, pihak pengelola memastikan bahan hidangan yang digunakan halal dan non alkohol. "Budaya di Jerman memang Oktoberfest sangat kental dengan bir, tapi di sini kita sesuaikan dengan budaya Indonesia semua sajian halal serta tanpa alkohol," tuturnya. Rencananya, pihak Farmhouse akan menjadikan Oktoberfest sebagai ajang tahunan. (ari/dbs)


Back to Top