Bidik Konsumen Hijabers, Perusahaan Qatar Ini Produksi Baju Renang Khusus Muslimah

gomuslim.co.id- Pakaian olahraga membantu seseorang untuk menunjang performa dan stamina saat melakukan olahraga. Saat ini, beragam pakaian olahraga hadir di pasaran, mulai dari t-shirt, celana, hingga pakaian dalam. Hal ini tentu berbeda dengan para hijaber. Beberapa di antara mereka masih merasa kebingungan atau kesulitan untuk berolahraga karena belum banyak brand-brand olahraga yang menghadirkan pakaian olahraga khusus hijabers. Padahal, mereka pun ingin tetap bisa berolahraga dengan nyaman.

Pakaian olahraga yang sederhana, fungsional, dan modis sehingga Muslimah bisa tetap aktif dan tampil tertutup, tanpa kehilangan gaya. Perubahan dalam dunia pakaian olahraga dan pakaian muslimah tentu merupakan hal positif yang memperkaya opsi dalam bergaya.

Koleksi pakaian olahraga dari berbagai jenis tumbuh menjamur, demikian halnya dengan modest wear. Makin banyak desainer yang membuat pakaian khusus bagi mereka yang berhijab, atau sekadar ingin tampil lebih sederhana dan menutupi aurat.

Baru-baru ini, sebuah perusahaan asal Qatar tengah memproduksi pakaian khusus wanita berhijab saat berolahraga di luar rumah. Berawal dari ide dua orang muslimah bernama Muslimah Haya al Ghanim dan Amina Ahmadi, Perusahaan bernama Oola Sport merealisasikan ide tersebut menjadi sebuah branding unik, pakaian olahraga untuk hijabers, Senin (10/10).

Pada awalnya, kedua muslimah ini mengaku kebingungan untuk mencari pakaian olahraga yang tepat saat hendak mendaki gunung Kilimanjaro dua tahun lalu. Kemudian, keduanya menghabiskan waktu lebih dari satu tahun untuk merancang pakaian olahraga Muslimah bekerja sama dengan seorang desainer. “Berawal dari sulitnya mencari pakaian muslimah yang baik untuk mendaki, akhirnya kami berinisiatif untuk merancang busana sendiri,” ujar salah satu dari mereka.

Sementara itu, untuk memproduksi secara massal mereka pun membutuhkan biaya yang cukup besar. Mereka membutuhkan 15 ribu dolar AS untuk mulai produksi pakaian olahraga Muslimah pertama. Guna menelurkan rancangan perdana, sebuah kampanye digerakan. “Butuh biaya yang sangat besar untuk memproduksi pakaian khusus wanita muslim ini, untuk itu kami berusaha menggandeng sebuah perusahaan yang mau mendukung rancangan yang telah kami buat,” tambahnya

Pakaian pertama yang akan mereka buat adalah pakaian renang. Baju renang yang akan mereka buat berbahan anti slip dengan jilbab yang longgar dan menyerap keringat, baju renangnya akan dibuat lebih panjang dan berlengan panjang.

Selain itu mereka akan membuat jaket baik untuk olahraga maupun untuk bepergian lengkap dengan celana yang dirancang khusus. Kaos lengan pendek dan handuk olahraga akan mereka rancang khusus yang akan diberikan bagi mereka yang memberikan bantuan dana.

Handuk dijual dengan harga 15 dolar dan  atasan untuk hiking seharag 69 dolar. CEO Oola Sport al Ghanim akan memberikan diskon 25 persen untuk mereka yang membeli secara online melalui website.

Saat ini jilbab sport paling populer diminati Muslimah. Karena jilbab ini dapat menyerap keringat dan anti slip. “Aku harus menemuka bahan yang tepat untuk jilbab, hampir saja mustahil mendapatkannya, saya hanya menemukan pakaian yang kebesaran sehingga cukup longgar untuk berolahraga,” jelas al Ghanim.

Mereka pun bekerja sama dengan deainer Lilian Gabriel Barbosa untuk membuat pakaian olahraga Muslimah. Tantangan dalam membuat pakaian olahraga aladah dalam mencari kain yang dapat membuat kulit bernapas tetapi ringandan tidak transparan. Mereka pun mencari warn gelap dan cerah karena selera tiap orang yang berbeda. “Kita perlus sesain pakaian olahraga dengan kain yang tepat. Sesuatu yang nyaman dan chic sehingga tidak malu untuk memakainya saat pergi untuk minum kopi setelah latihan,” ujarnya.

Dalam kesempatan lain, Instruktur yoga dan pilates Lisa Namuri mengatakan, bagi para hijabers yang menggemari olahraga renang, kini sudah banyak baju renang yang menutupi seluruh anggota tubuh dengan nama burkini. Beberapa hijabers luar negeri sudah ada yang menerapkannya saat berenang. “Untuk berenang sekarang sudah banyak burkini yang menutup aurat. Jadi di bagian pinggangnya seperti ada roknya dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh,” katanya.

Namun Lisa berpendapat, baginya patokan dasar untuk baju olahraga bagi hijabers bukanlah modelnya yang ketat atau longgar, tetapi adalah bahan yang digunakan. Material baju olahraga tersebut sebenarnya bisa disesuaikan dengan tubuh pemakainya. “Kalau bahannya nggak enak, tidak menyerap keringat, itu akan menganggu ruang gerak kita dan akan berpengaruh juga kepada stamina saat berolahraga,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top