Khadija Safari Hijaber yang Jago Kickboxing

gomuslim.co.id- Tak banyak Muslimah yang menekuni Muay Thai—jenis bela diri kickboxing. Seperti wanita yang satu ini, Khadija Safari,  seorang muslimah keturunan Inggris-Italia ini mantap terjun ke dunia bela diri kick boxing. Ia bahkan pemegang sabuk hitam Muay Thai dan merupakan wanita Muslim pertama yang menjadi instruktur kickboxing.  Hingga kini, Khadija masih disibukan dengan kegiatan kickboxing dengan menjadi pelatih di Safari Gym di London.

Ketika awal terjun ke dunia bela diri ini, Khadija sebenarnya hanya ingin mengisi waktu luang disela kesibukan kuliahnya di jurusan Desain Grafis dan Periklanan di University College Kensington, London. Safari sendiri memang telah memiliki latar belakang bela diri. Ia pernah berlatih Taekwondo sejak usia 18 tahun. Tapi kemudian, Safari jatuh cinta pada Muay Thai.

“Saya benar-benar jatuh cinta dengan olahraga ini, karena sesuai dengan yang saya inginkan. Sehingga saya bisa membantu para wanita lainnya untuk menyadari betapa besar potensi yang ada dalam diri mereka. Dengan Muay Thai, selain belajar keterampilan baru, juga bisa tetap fit dan sehat. Hasil akhirnya sangat bermanfaat, dan tentu saja ada nilai plus bisa menghabiskan waktu dengan sesuatu yang sesuai dengan kehendak hati saya,” ungkap Khadija yang juga menjabat sebagai Sales and Manager Director Safari Gym ini.

Ketika pertama kali berlatih olahraga ini, Khadija mengaku tidak bisa berjalan selama dua hari. Padahal ia harus bekerja dan melakukan hal lain di luar rumah. “Tapi setelah mulai latihan rutin, saya bertekad tidak akan berhenti sampai saya mendapatkan sabuk hitam. Selain itu, saya tahu betul dengan saya berlatih beladiri, saya bisa melindungi diri dari orang-orang yang menyerang saya, biar pun ukuran tubuh mereka lebih besar,” terang Khadija.

Khadija menjadikan Muay Thai sebagai olahraga favorit, karena merupakan olahraga cardio yang bagus untuk kebugaran, disamping sebagai olahraga yang cukup populer di seluruh dunia. Bagi Khadija, Muay Thai adalah olahraga yang setiap orang bisa melakukannya, tak terkecuali wanita.

Khadija mengaku bersyukur, karena selama ini yang melatihnya kickboxing adalah suaminya sendiri, Karim Safari, seorang master juara Eropa pada olahraga beladiri ini. Kemudian ia dan suaminya mengembangkan olahraga ini dengan menjalankan sekolah kickboxing, Safari  Gym di London Barat. Sekolah ini memfasilitasi dan mengajarkan Muay Thai wanita dalam kelas pertahanan diri. Selain juga sebagai tempat fitness dan hidup sehat dengan olahraga.  

Khadija sendiri memutuskan memakai hijab sejak tahun 2009, ketika ia mulai masuk Islam. Menurutnya mengenakan hijab adalah pilihan dirinya sebagai wanita Islam. “Sehingga saya mulai berpikir tentang cara saya berpakaian. Saya selalu berpikir orang akan menyukai apa yang saya pakai atau tidak. Tapi akhirnya saya berubah, saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang aku, aku berdandan untuk diriku sendiri bukan untuk orang lain, kenapa saya takut berhijab,” jelas Khadija.

Menurut  Khadija sebenarnya memakai hijab itu justru menjaga hal-hal yang indah. Realisasi berhijabnya pun malah melahirkan kepercayaan diri dan kebahagiaan batinnya. “Hijab mengajarkan saya mengenali perilaku manusia. Biasanya ketika saya lewat ada saja orang bersiul, berkomentar, tapi sekarang mereka memanggil saya Madam, saya bisa melanjutkan hidup dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Ketika seorang Muslim memutuskan berhijab, bukan berarti ia merasa tertindas atau mengungkungnya dari kehidupan normal,” tandas wanita yang pernah bekerja sebagai website designer and sales di Tigz Design Ltd ini.

Khadija kemudian mengembangkan kick boxing dengan mengajarkan olahraga beladiri ini pada perempuan lain London dengan latihan yang energik. Di dalam gym khusus wanita ini, memungkinkan siapa pun wanita tersebut bisa melepaskan segala hal dalam dirinya, dan memunculkan potensinya.

Perempuan yang kerap menghabiskan waktu luang di ring bersama suaminya ini, berharap dapat terus melatih kickboxing sehingga akan ada lebih banyak lagi perempuan yang menikmati dan mempunyai pengalaman yang menyenangkan dari olahraga beladiri ini. Ia pun punya mimpi kelak ada Muslimah yang bisa jadi juara kickboxing di ajang internasional, seperti Olimpiade.

Selanjutnya, Khadija membuat organisasi seni beladiri halal yang pertama, Safari Martial Arts Association. Organisasi ini, ingin ia tujukan khusus untuk kebutuhan umat Islam. Idenya, pria dan wanita akan berlatih secara terpisah. Sehingga memungkinkan wanita melepas jilbabnya ketika berlatih.

Pada tahun mendatang, Khadija berencana menggelar kompetisi untuk merayakan ulang tahun ke-50 Milton Keynes, kota kelahirannya. Ia pun berharap dengan acara tersebut akan lebih banyak terkumpul dana untuk mengadakan kompetisi nasional. Khadija dan Kickboxing tak bisa dilepaskan. (iys/dbs) 


Back to Top