Muslim Jerman Gelar 'Open Mosque Day' di 1000 Masjid

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, bertepatan dengan peringatan Unity Day menandai terjadinya reunifikasi Jerman ke-26, Central Council of Muslim Jerman mengadakan acara ‘Open Mosque Day’. Tujuannya agar non Muslim bisa masuk ke dalam Masjid, sehingga mereka melihat bahwa sebenarnya masjid merupakan tempat ibadah yang suci. Dengan membuka pintu selebar-lebarnya Muslim di Jerman ini berharap dapat meminimalkan kesalahapahaman tentang Islam. Hampir 1000 Masjid di Jerman berpartisipasi dalam ajang ini.

“Pada tahun 2016 ini, Open Mosque Day diikuti oleh 60-70 Masjid di Berlin. Belum lagi di Masjid lainnya. Sedangkan acara ini telah berlangsung sejak sejak tahun 1997,” kata The Central Council of Muslim Jerman dalam keterangan persnya di Berlin. Kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Jerman. Dalam kurun waktu 10 tahun belakangan, Jerman selalu mengadakan acara Konferensi tahunan tentang Islam, kegiatan ini merupakan wadah dialog antara Pemerintah Jerman dengan Komunitas Muslim di negara tersebut.

Pada kesempatan itu, Menteri Departemen Tenaga Kerja, Integrasi dan Sosial negara bagian Nordhein-Wesfalen, Rainer Scheltzer, juga hadir mengunjugi acara tersebut. Pada negara bagian Nordrhein-Westfalen ini merupakan tempat tinggal bagi 1,5 juta umat Islam Jerman. Dalam sambutannya, Menteri Rainer Schmeltzer menyebut umat Islam adalah bagian tidak terpisahkan dari warga Jerman, “Dan barang siapa yang mengingkarinya dan menyangkalnya maka dia buta,” tegasnya.

Sementara itu, negara dengan jumlah populasi sebanyak 81,8 juta jiwa ini banyak mengakomodir kegiatan umat Islam. Hal itu dikarenakan, jumah umat Muslim Jerman menempati urutan kedua terbesar di Benua Eropa, setelah Perancis, yakni sebanyak Empat Juta Muslim. Dari jumlah itu, tiga juta diantaranya berasal dari imigran Turki yang telah menetap di Jerman sejak tahun 1970. Menurut Atase Pelayanan Keagamaan Turki di Berlin, Imam Ahmet Fuat Candir, banyaknya konflik yang terjadi di Timur Tengah disertai serangan teroris di beberapa negara telah memicu ketakutan dan sentimen anti-Muslim di Jerman.

"Cara terbaik untuk menghilangkan rasa takut tentang Islam adalah membuka dialog seluas-luasnya. Untuk membuktikan bahwa Islam bukanlah apa yang mereka lihat di televisi. Islam adalah agama damai dan penuh rahmat untuk seluruh alam," ujarnya saat berada di Masjid Sehitlik, Berlin, ibu kota Jerman.

Seperti dilansir Anadolu Agency, tahun lalu saja hampir satu juta migran dari Timur Tengah dan Afrika hijrah ke Jerman. Sangat disayangkan, kedatangan para imigran ini mendapat penolakan dari kelompok sayap kanan radikal seperti Partai Alternatif Jerman. Tentu saja, akan selalu ada kelompok yang menentang, karena mereka berpendapat Islam tak sesuai dengan konstitusi.

Lain halnya dengan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeble, ia meminta Muslim Jerman untuk mengembangkan persepsinya dengan apa yang dinamakan "Islam Jerman" berbasis negara tersebut, liberalisme dan toleransi. Menurut Wolfgang, para migran yang masuk dan mayoritas Muslim merupakan tantangan bagi pemerintahannya saat ini. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dibutuhkan pemahaman diantara sesama warga Jerman, yaitu seberapa penting kedatangan imigran Muslim ini untuk warga Jerman. Tentunya, perlu aturan yang mengingat para penduduk migran ini bisa tinggal.

Acara “Open Mosque Day” ini bukan saja mengunjungi masjid, akan tetapi ada dialog untuk memfasilitasi pengunjung yang datang. Dalam acara tersebut, Imam Candir membuat presentasi, serta membuka tanya jawab pengunjung mengenai Islam dan budaya. Inilah bukti, bahwa umat Muslim Jerman tidak menutup diri, justru berani menyampaikan keyakinannya. Banyak kalangan menganggap positif acara tersebut, mengingat belakangan sering terjadi teror di Masjid Jerman. Acara tersebut juga dihadiri oleh para Imam Masjid yang lain. Mereka memberikan pemaparan presentasi, juga diselingi dengan adanya pertanyaan dari para pengunjung Masjid. Rata-rata pengunjung yang hadir menanyakan lebih dalam tentang ajaran Islam dan kebudayaan masyarakat Muslim, khususnya di Jerman ini. (iys/dbs)


Back to Top