Kenalkan Islam di Lingkungan Kampus, Mahasiswa Muslim California Gelar Kampanye Hijab Challenge

gomuslim.co.id- Hijab bagi muslimah adalah kewajiban. Tapi, di sisi lain, hijab masih mendapat pertentangan di beberapa negara di mana Islam adalah minoritas. Meskipun beberapa tahun terakhir, banyak muslimah berhijab yang tampil di berbagai profesi untuk membuktikan prestasi mereka. Untuk itu, berbagai elemen masyarakat muslim di dunia terus menggalakkan kampanye untuk hijab bisa diterima di mana saja, sebagaimana atribut agama lain yang bisa diterima masyarakat dunia.

Salah satu kampanye positif tentang hijab dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa Muslim di California, Amerika Serikat. Baru-baru ini, Muslim Student Association-Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA) California memberikan hijab dan peci gratis bagi para mahasiswa di acara Free Speech Area, pekan lalu. Hal tersebut dilakukan dalam rangka Fresno State Hijab Challenge. Acara ini diselenggarakan untuk mengenalkan mahasiswa berhijab dan memberikan kampanye damai bagi sikap diskriminasi sering dihadapi umat Islam, Sikh, dan Hindu di negara tersebut.

Publikasi collegian.csufresno.edu menyebutkan mereka yang berpartisipasi ditantang untuk memakai hijab atau peci sepanjang hari. Adapun hijab dan peci tersebut adalah donasi dari para anggota MSA.

Panitia acara Hijab Challenge Thalia Arenas dalam publikasi tersebut mengatakan acara tersebut sudah ia dan rekan-rekannya rencanakan sejak awal tahun 2016. Acara ini, tambah Arenas, memiliki tujuan ingin mengenalkan komunitasnya dari sisi lain dan memberikan dampak positif bagi mereka yang belum mengetahui mengenai hijab.  "Kita ingin mereka tahu perasaan saat mengenakan jilbab dan berada di tengah komunitas Muslim," kata Arenas.  

Selain itu, Arenas juga mengatakan kampanye Hijab Challege ini bisa menjadi aksi positif untuk mengenalkan Islam kepada teman-temannya di kampus. Mereka ingin Islam dikenal oleh para sivitas akademia kampus dan masyarakat umum bahwa muslim itu baik dan tidak ada lagi klaim negatif terhadap muslim yang sering terjadi saat ini.

Pada acara tersebut, masyarakat kampus bisa melihat cara mengenakan hibab dan mengetahui latar belakang wanita muslim mengenakan hijab. Tidak hanya itu, acara ini juga didukung oleh beberapa fakultas di kampus tersebut yang mengizinkan para mahasiswa ikut terlibat dalam kampanye positif tersebut.  

"Ini adalah eksperimen sosial. Kami ingin orang-orang untuk mencoba mengenakan hijab, melihat apa yang mereka rasakan dan melaporkan kembali, kepada kami. Saya dan teman-teman berharap bahwa mahasiswa akan lebih sadar sadar terhadap kekebasan berekspresi di dalam kampus, begitu juga dengan hijab. Semoga setelah acara ini, hijab tidak lagi dipandang negatif dan teman-teman di kampus yang mencoba menggunakkannya bisa mendapat perspektif baru terhadap hijab, “ harap Arenas.

Amerika Serikat sendiri memiliki jumlah penduduk yang beragama Islam mengalami peningkatan. Bahkan, salah satu lembaga riset menyebutkan bahwa agama Islam akan menjadi agama terbesar kedua di Amerika Serikat. Penelitian Pew Research Center merilis hasil penelitian mereka mengenai prediksi populasi Muslim di Amerika Serikat. Mereka memprediksikan sebelum tahun 2040 Islam menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen di AS.
 
Pew Research Center memperkirakan ada sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2015. Ini berarti bahwa umat Islam terdiri sekitar satu persen dari total penduduk Amerika Serikat (sekitar 322 juta orang pada tahun 2015). Angka itu akan berlipat pada tahun 2050. Bukan hanya itu, populasi Muslim di negara tersebut berada pada kisaran usia rata-rata lebih muda daripada masyarakat umum. Jumlah yang lebih besar akan segera tiba ketika mereka mulai berkeluarga dan memiliki keturunan. Kehadiran penghargaan kepada Shahin akan semakin menegaskan eksistensi Islam di mata penduduk negara barat khususnya Amerika Serikat. (fau/dbs)

 


Back to Top