Perkuat Promosi 'Halal Cultural Destination', Aceh Gelar Festival Tari Tangloeng

gomuslim.co.id- Pada Desember 2016 mendatang, Provinsi Aceh akan mewakili Indonesia bersama peserta lain dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Pada ajang tersebut, Aceh maju dalam dua kategori, yaitu World's Best Halal Cultural Destination dan World's Best Airport for Halal Travellers yang diwakili  Sultan Islandar Muda Airport di Banda Aceh. Untuk memperkuat promosi Halal Cultural Destination tersebut, Aceh akan menggelar sebuah festival seni dan budaya pekan ini.

Acara bertajuk Tangloeng Dance Festival ini adalah festival seni tari yang rutin berlangsung di Aceh sejak tiga tahun lalu. Ketua Pelaksana Tangloeng Dance Festival III Zulkifli mengatakan penciptaan sebuah karya seni tidak hanya sebagai wujud pengekpresian diri, tetapi juga sebuah bentuk kreativitas sebagai media komunikasi seniman dengan masyarakat pendukungnya.

“Karya seni merupakan bahasa budaya yang sangat efektif dalam mengungkapkan kondisi sosial-budaya dalam masyarakat Aceh. Maka dari itu, kegiatan ini sebagai usaha memberikan ruang bagi para seniman untuk mengungkapkan ekspresinya,” jelas Zulkifli, seperti dilansir dari publikasi resmi DisbudparAceh.

Zulkifli menyebutkan, Tangloeng Dance Festival III  yang akan digelar pada tanggal 21 sampai 22 Oktober 2016 di Taman Seni Budaya Aceh ini  juga menjadi wadah yang berkesinambungan bagi seniman muda Aceh untuk berekspresi dalam mengaplikasikan karya-karyanya. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman filosofi dari seni dan budaya Aceh dikalangan generasi muda dan masyarakat pada umumnya.

Festival yang dilaksanakan oleh Lembaga Seulanga berkerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tersebut akan melibatkan sanggar-sanggar dan komunitas tari atau musik se-Aceh sebagai pengembangan kreativitas bagi seniman muda Aceh dalam menghadapi tantangan global.

“Semoga kegiatan ini mampu memperlihatkan jati diri dengan memperlihatkan aspek sosial dan budaya masyarakat Aceh serta lahir bibit-bibit baru pekerja seni yang nantinya dapat mengubah cara pandang masyarakat serta menjadi penunjang dalam peningkatan berbagai aspek kehidupan masyarakat,” harapnya.

Adapun, Tangloeng Dance Festival adalah sebuah ajang apresiasi bagi seniman pencipta tari dan musik, dalam hal ini Lembaga Seulanga (organisasi pekerja seni di Aceh) melihat penciptaan sebuah karya seni tidak hanya sebagai wujud pengekpresian diri. Tapi juga sebuah bentuk kreativitas sebagai media komunikasi seniman dengan masyarakat pendukungnya. Karya seni merupakan bahasa budaya yang sangat efektif dalam mengungkapkan kondisi sosial-budaya dalam masyarakat Aceh.

Dalam usaha memberikan ruang bagi para seniman untuk mengungkapkan ekspresinya, maka Lembaga Seulanga dengan Event Tangloeng Dance Festival (TDF) ini akan menyediakan wadah berkesinambungan bagi seniman muda Aceh untuk berekspresi dalam mengaplikasikan karya-karya mereka.

Selama berlangsung, event ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. TDF tahap I didukung Dirjen Kementrian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Pada TDF II didukung oleh Disbudpar Kota Banda Aceh pada tahun 2013 dan 2014. Sedangkan pada tahun 2016 ini, Lembaga Seulanga tetap diberikan kepercayaan untuk melanjutkan event tersebut untuk kali ke-3 dengan dukungan penuh oleh Disbudpar Aceh. (fau/disbudparaceh/dbs)

Baca juga: 

10 Nominasi Pariwisata Halal Ini Akan Wakili Indonesia di Ajang WHTA 2016