Kursus Pra Nikah: KUA di Bandung Kini Wajibkan Calon Pengantin Bisa Baca Tulis Alquran

gomuslim.co.id- Menikah merupakan salah satu momen yang membahagiakan bagi setiap pasangan. Dalam Islam, menikah merupakan sarana untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Atas dasar tujuan ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cinambo, Kota Bandung memiliki program unik yaitu mewajibkan calon pasangan untuk bisa membaca dan menulis Alquran sebelum melangsungkan ijab kabulnya.

PJS Kepala KUA Cinambo Santika mengungkapkan program ini bertujuan untuk mengenalkan ayat suci dalam Alquran yang menjelaskan tentang segala yang berkenaan dengan keluarga dalam Islam. “Program ini kami beri nama kursus calon pengantin (suscatin). Sejatinya program ini diharapkan dapat membantu terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah bagi calon pasangan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Santika mengatakan, suscatin di KUA Kecamatan Cinambo Kota Bandung itu merupakan angkatan ke-3 yang dilakukan secara berjamaah. Kegiatan ini dilakukan atas dasar kerja sama antara pengurus BP4, KUA, penyuluh dan tokoh agama Kecamatan Cinambo dan dihadiri sekitar 20 orang.

“Suscatin ini memberikan materi berupa pembinaan seputar tata cara dan prosedur perkawinan, pengetahuan agama, peraturan perundang-undangan di bidang perkawinan dan keluarga, hak dan kewajiban suami isteri, kesehatan reproduksi, dan manajemen keluarga serta psikologi perkawinan,” paparnya.

Selain itu, kata Santika, program suscatin ini juga menitik beratkan kepada potensi peserta dalam memahami tentang makna keluarga sakinah. “Pemahaman ini diharapkan dapat membantu peserta dalam memaknai arti dari sebuah pernikahan. Tidak hanya sekedar keinginan saja, tetapi juga menanamkan bahwa pernikahan merupakan perjuangan bersama yang bernilai ibadah,” jelasnya.

Santika menuturkan dalam Alquran surat Ar-Ruum ayat 21 disebutkan bahwa kata sakinah memiliki arti kedamaian, tenang, tentram, dan aman. “Karena itu, pernikahan dituntut agar seorang suami dan istri harus bisa membuat pasangannya merasa tentram, tenang, nyaman dan damai dalam menjalani kehidupan bersama supaya sebuah rumah tangga bisa langgeng,” ucapnya.

Kewajiban untuk bisa membaca dan menulis ayat Alquran yang membahas tentang keluarga ini sebagai motivasi agama bagi kedua calon pasangan. Tujuannya, kata Santika, juga untuk mengenalkan ayat yang berkenaan dengan keluarga dalam Islam. Selain itu, untuk menanamkan pada peserta bahwa Alquran merupakan pedoman hidup yang harus terus menjadi pegangan dalam membina rumah tangga.

“Beberapa ayat dalam Alquran banyak gambaran keluarga yang bisa menjadi contoh yang baik. Beberapa teladan dan pelajaran itu seperti kisah keluarga Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Luth, Lukmanul Hakim, Firaun dan Abu Lahab. Dan benar saja, ternyata pada program suscatin kali ini hampir 95 persen peserta belum begitu lancar membaca Alquran,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, dalam suscatin sekarang peserta diberi selembaran doa-doa yang berhubungan dengan keluarga seperti doa suami mendoakan isterinya, doa berhubungan, doa mandi janabat, doa keluarga bahagia, doa menjadikan anak soleh dan doa lainnya. (njs/kemenag/dbs)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka