Untuk Kelola Dana Haji dan Umrah, OJK Dukung Usulan Asbisindo

gomuslim.co.id- Beberapa waktu lalu, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengusulkan agar biro perjalanan penyedia jasa umrah diwajibkan memutar dananya melalui perbankan syariah. Usulan ini ternyata mendapat respon positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu otoritas terkait.

Demi mendukung pengembangan bisnis syariah di Indonesia, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan Mulya E Siregar mengatakan OJK mendukung aspirasi tersebut. Usulan Asbisindo yang meminta kepada seluruh entitas bisnis syariah untuk bisa mengelola dananya ke bank syariah, dinilainya sebagai hal ini penting agar ke depan bank syariah lebih besar lagi.

Iklim syariah yang semakin maju, kata Mulya, membuat bank syariah dalam negeri harus lebih besar dan kuat agar mampu bersaing di kancah internasional. Kekuatan dan besarnya bank syariah harus didukung oleh para entitas bisnis syariah seperti penyelenggara umroh dan haji serta bisnis yang berkomitmen memakai prinsip syariah.

“Pada dasarnya kami mendukung niat asosiasi bank syariah ini. Ini merupakan hal yang baik. Untuk bisa besar memang perlu integrasi baik dari pihak bank maupun pembisnis. Apalagi dana dana Haji dan Umrah ini memiliki potensi transaksi yang sangat besar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Mulya juga menjelaskan akan pentingnya dorongan bagi para pebisnis dalam hal ini. Ia mengungkapkan, perlu adanya dukungan dan sosialisasi secara terus menerus bagi penyelenggara haji dan umrah agar bisa optimal memanfaatkan bank syariah. “Dukungan ini penting supaya bisnis syariah berjalan optimal dan bisa bersaing di kancah yang lebih luas lagi,” katanya.

Menurut Mulya, peran aktif dari lembaga yang mengawasi penyelenggara haji dan umrah ini juga perlu. Ia mengatakan aturan yang berlaku untuk mendukung kerja sama dan integrasi ini perlu juga dibuat agar kerja sama bisa terjalin dengan baik. “Kebetulan OJK memang tidak mengawasi aktivitas penyelenggara haji dan umrah. Tetapi rencana ini baik agar keduanya bisa berkembang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asbisindo Achmad K Permana mengatakan potensi transaksi pengelolaan dana umrah sangat besar, sehingga bisa memacu kinerja perbankan syariah. “Jumlah jamaah umrah sebanyak 800 ribu orang per tahun dan diprediksi meningkat menjadi satu juta orang pada 2017. Dengan asumsi transaksi setiap jamaah Rp 20 juta maka potensi dana umrah setiap tahunnya bisa mencapai Rp 20 triliun,” paparnya.

Dia mengatakan apabila 20 persen transaksi tersebut ditempatkan pada bank syariah maka dampaknya terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional akan sangat besar. Tak hanya itu, transaksi valas dan pembiayaan diharapkan juga dapat dilakukan di perbankan syariah. “Kami bisa betul-betul menggarap ini. Insya Allah dari pengalaman penempatan dana haji, tidak ada yang komplain,” katanya.

Permana menegaskan perbankan syariah sudah terbukti sukses dalam mengelola dana haji. Hal yang sama diharapkan dapat diterapkan untuk dana umrah. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir, tingkat kepuasan jamaah haji terhadap pelayanan jasa haji terus meningkat sampai 83 persen dan dari sisi layanan perbankan tingkat pelunasannya juga ikut meningkat.

“Dengan adanya keberpihakan pengelolaan dana haji ke bank syariah, menunjukkan bahwa kami sudah memiliki infrastruktur yang mumpuni,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top