Universitas Islam Internasional

Pusat Studi Penelitian Islam Kelas Internasional Segera Hadir di Indonesia

gomuslim.co.id- Wacana mendirikan Universitas Islam Internasional di Indonesia kini menjadi kenyataan. Pasalnya pemerintah sudah menetapkan peraturan presiden (perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Perpres itu ditandatangani Jokowi pada 29 Juni 2016. Pendirian universitas Islam bertaraf internasional itu dimaksudkan untuk memperkenalkan peradaban Islam di Indonesia ke dunia internasional.

"Presiden sudah menerbitkan Perpres tentang pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Lokasinya di pinggiran Jakarta yaitu ada eks bekas Kantor Diklat RRI," ungkap Pratikno selaku Menteri Sekertaris Negara, saat menghadiri wisuda Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (26/11).

Pratikno menjelaskan pendirian universitas tersebut merupakan langkah diplomasi pemerintah Indonesia dengan negara lain. Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama Islam yang besar.

"Karena di Indonesia-lah negara Islam terbesar dunia yang demokratis. Sekaligus juga ber bhinneka tunggal ika, toleran dan sosial. Sementara di banyak negara, apalagi di timur tengah yang homogen seratus persen Islam, kemudian satu etnis, satu bahasa, juga kesulitan masalah tersebut," ujarnya. 

Dengan Perpres tersebut, maka pemerintah resmi mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia yang selanjutnya disingkat UIII.

UIII merupakan perguruan tinggi yang berstandar internasional dan menjadi model pendidikan tinggi Islam terkemuka dalam pengkajian keIslaman strategis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama,” demikian bunyi Pasal 1 ayat (2) Perpres tersebut seperti dikutip dari publikasi resmi Setkab.

Menurut Perpres tersebut, UIII dikelola sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum, dan pembinaannya dilakukan secara teknis akademis oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan Tinggi.

Sementara dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berstandar internasional sebagaimana dimaksud dan dalam diplomasi luar negeri, difasilitasi oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hubungan luar negeri.

Perpres itu juga menegaskan UIII mempunyai tugas utama menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu agama Islam.

Selain menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu agama Islam, menurut Perpres ini, UIII dapat menyelenggarakan program magister dan doktor bidang studi ilmu-ilmu sosial dan humaniora serta sains dan teknologi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pendanaan penyelenggaraan UIII bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan dan pengelolaan UIII diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Agama dan peraturan menteri lain atau pimpinan lembaga pemerintah non kementerian yang terkait sesuai dengan kewenangannya.

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 5 Perpres tersebut yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada tanggal 29 Juni 2016.

Dengan begitu, pendirian universitas tersebut diharapkan bisa berkontribusi untuk mengenalkan Islam yang toleran kepada dunia. Harapannya Indonesia dapat memberikan kontribusi. Universitas tersebut kelak dapat melahirkan pemikir yang mampu menjalankan gagasan Islam yang toleran. 

Selama ini Indonesia lebih sering membaca melalui tulisan orang asing, padahal banyak doktor asing melakukan riset di Indonesia. Karena itu, kini Indonesia mulai dijadikan sebagai kiblat studi.

Pemerintah menargetkan perguruan tinggi tersebut dapat mulai beroperasi paling cepat tiga tahun mendatang, dengan target awal mahasiswa sebanyak 2.000 orang. Perguruan tinggi tersebut hanya untuk program pascasarjana dan pusat penelitian Islam, sekaligus terdapat apartemen untuk dosen serta asrama mahasiswa. (nat/dbs)

 


Back to Top