Halima Aden Jadi Hijaber Pertama di Ajang Miss Minnesota AS 2016

gomuslim.co.id- Berhijab tidak menyurutkan aktivitas muslimah dalam berkarya dan mengukir prestasi di bidang mereka masing-masing. Selain itu, juga tidak menghalangi impian wanita untuk menjadi sukses sekalipun di dunia kecantikan.

Di beberapa negara minoritas, justru muslimah berhijab mampu menunjukkan bahwa dirinya bisa berpartisipasi dalam berbagai bidang. Seperti halnya yang dilakukan oleh Halima Aden, hijabers pertama yang mengikuti kontes kecantikan di Amerika Serikat (AS). Halima berhasil menjadi salah satu peserta di kontes kecantikan Miss Minnesota USA.

Para wanita yang berkompetisi dalam Miss Minnesota USA harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Mereka perlu menyiapkan busana yang wajib dipakai nanti serta mengasah kemampuan berbicara di muka publik.

Halima pun sudah melakukan hal tersebut. Muslimah berusia 19 tahun itu menyiapkan segala keperluannya untuk bisa berkompetisi dalam memperebutkan mahkota Miss Minnesota USA, termasuk koleksi jilbab hitamnya. Halima tak lupa membawa burkini serta gaun malam yang dimodifikasi.

Wanita yang berdomisili di St. Cloud itu berharap bisa menjadi pemenang agar dapat memerangi kesalahpahaman tentang hijab di mata masyarakat. Halima menuturkan kalau ia pernah menjadi korban bullying karena berhijab. Hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan sejumlah masyarakat tentang agama dan budaya dalam Islam.

"Kontes ini tidak hanya berbicara soal kecantikan. Tapi bagaimana kita menjadi percaya diri. Aku tidak pernah berpikir aku akan berpartisipasi dalam kontes ini tapi sekarang aku bisa. Ini menjadi platform yang besar untuk menunjukkan ke dunia siapa aku," ungkap Halima seperti dilansir MPR News.

Hijaber lulusan Apollo High School itu juga sedikit bercerita bahwa ketegangan dengan komunitas Somalia telah meningkat selama beberapa tahun belakangan ini. Belum lagi banyaknya pesan kebencian terhadap umat Islam dan kelompok etnis lainnya di Minnesota sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS awal bulan ini.

Meski demikian, Halima mengaku tidak gentar untuk tetap mengikuti kontes Miss Minnesota USA. Ia tidak berpikir tentang Trump ketika mengikuti kontes tersebut. Ia menuturkan kalau kontes ini digelar pada waktu yang tepat, ketika komunitasnya butuh representasi positif terlepas dari retorika pemilu.

"Apa yang aku lakukan hanya untuk memberikan perspektif berbeda. Ini adalah aksi kecil tapi aku merasa bisa mempunyai gelar Miss Minnesota USA walaupun Anda seorang Somalia-Amerika, muslimah, dan aku pikir ini akan membuka mata masyarakat," pungkasnya.

 


Ketika berpartisipasi dalam Miss Minnesota USA, Halima akan tampil mengenakan burkini ketika para peserta lain tampil seksi memakai bikini. Ia mengaku tidak malu untuk memakainya. Namun disebut sebagai hijabers pertama yang berbukini di ajang ratu kecantikan tersebut, Halima seperti tidak mau diklaim sebagai pencetak sejarah.

"Hanya karena belum pernah melihat seorang wanita mengenakan burkini di kontes ini tidak berarti bahwa aku menjadi yang pertama," tambahnya.

Ketika kontes kecantikan berlangsung pada akhir pekan kemarin, Halima mengenakan burkini warna biru tua dengan cetakan motif bernuansa gold di depannya. Penampilannya dilengkapi pashmina panjang bernuansa keemasan yang menutupi bagian kepalanya.

Kepercayaan dirinya untuk tampil beda dengan kontestan lain membuat Halima terpilih menjadi satu dari 45 peserta yang masuk ke babak berikutnya. Jika ia berhasil menang maka Halima akan mewakili Minnesota untuk berjuang di Miss USA tahun 2017 mendatang. (nat/dbs)


Back to Top