Pemkot Bandung Segera Bangun Pusat Pengembangan Alquran Tahun Depan

gomuslim.co.id- Setelah dinyatakan sebagai Kota Islami berdasarkan hasil survey Maarif Institut, pemerintah Kota Bandung tidak berhenti untuk terus berbenah. Baru-baru ini, Pemkot Bandung berencana membangun Gedung Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) di Gedebage. Pembangunan gedung LPTQ ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Alquran.

Demikian disampaikan Walikota Bandung, Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Kang Emil, begitu ia akrab disapa, mengatakan gedung tersebut nantinya akan menjadi pusat kegiatan kajian Alquran, penelitian Alquran, dan kegiatan manasik Haji dan Umrah. “Diharapkan,dengan adanya gedung LPTQ ini, kecintaan masyarakat kepada Alquran semakin kuat. Kota Bandung kedepannya ingin menjadi kota yang dirahmati Allah,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengatakan nantinya gedung tersebut juga akan menjadi pusat kegiatan Islam di Bandung. “Kecintaan pada Alquran dan pengembangannya kita hadirkan dalam gedung yang sangat baik dan istimewa, kemudian ada tempat untuk manasik haji, pelepasan haji, ada miniatur Masjidil Haram, dan juga asrama-asrama santri dan asrama-asrama para peneliti untuk pengembangan keilmuan Alquran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan gedung yang akan dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di wilayah Gedebage ini akan menelan anggaran mencapai Rp 26 miliar. Dana pembangunan gedung LPTQ tersebut berasal dari APBD 2017. Rencananya gedung tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 11.658 meter per segi. “Di Bandung mah Alquran dimuliakan Insya Allah. Dengan LPTQ ini akan membawa kemanfaatan bagi masyarakat,” katanya.

‪Menurut Emil, pembangunan gedung tersebut dilakukan untuk melengkapi predikat Kota Bandung sebagai kota paling Islami di Indonesia yang dianugerahkan oleh Maarif Institut. Ia mengharapkan, Bandung tumbuh menjadi kota yang subur, makmur, adil, dan aman. ‪”Kota paling Islami itu bukan selalu syariah, tapi seimbang antara kehidupan modern dengan pembangunan aspek mental. Tentunya dalam kedamaian, dan toleransi dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.

Emil menilai seimbangnya pembangunan mental dan fisik sangat penting. Karena, dengan cara ini, Kota Bandung bisa mencapai kemakmuran. Pemkot Bandung pun, sedang menyiapkan cetak biru kehidupan bermasyarakat yang seimbang lahir batin. “Infrastruktur dikerjakan, yang sifatnya keagaaman dan rohani diperkuat,” ucapnya.

‪Karena itu, di samping pembangunan fisik berupa fasilitas publik, di masa jabatannya yang ketiga tahun ini, Emil juga menggulirkan berbagai program seperti Magrib Mengaji di 200 Masjid, Gerakan Ayo Bayar Zakat, pendidikan karakter Bandung Masagi, hingga penyempurnaan regulasi tentang Dinniyah Takmiliyah.

‪”Dengan adanya program-program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bandung khususnya kalangan anak-anak. Sehingga, anak-anak di Bandung yang sekolah formal juga bisa menyempurnakan pelajaran agama nya pulang sekolah di Sekolah Diniyah takmiliyah itu,” paparnya.

Emil berharap pembangunan yang seimbang seperti ini bisa menjadi inspirasi ke seluruh Indonesia dengan kekompakan DPRD dan Pemkot Bandung. “Kita sempurnakan sistem bermasyarakat di Kota Bandung termasuk peraturan yang membuat anak-anak kita bisa menyempurnakan keilmuannya,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top