Seriusi Sertifikasi Halal Global, IHAF Gelar Sidang Umum Perdana

gomuslim.co.id- Sertifikasi halal penting dalam menunjang industri produk-produk halal. Bukan hanya di Indonesia, sertifikasi kehalalan suatu produk juga tengah digagas di semua negara dan diharapkan semua negara dapat bersinergi dalam memberikan akreditasi terhadap suatu produk dan sertifikasinya.

Forum Akreditasi Halal Internasional (IHAF) baru-baru ini mengadakan pertemuan Sidang Umum pertama mereka yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Sidang umum ini membahas mengenai pengaturan dalam gerakan aktivasi resmi jaringan akreditasi halal global yang pertama di dunia.

Dalam rapat, anggota dan pimpinan sidang juga telah menyetujui sejumlah resolusi termasuk rekomendasi untuk IHAF untuk menempa Nota Kesepahaman dengan Laboratorium Akreditasi Internasional Co-Operation (ILAC) dan International Accreditation Forum (IAF) untuk mengeksplorasi kerjasama dalam menjaga standar global sesuai penilaian halal.

Hal ini tentunya akan memainkan peran penting sebagai aplikasi keanggotaan dari setiap badan atau negara yang tertarik akan akreditasi halal dunia dan dapat didukung oleh keanggotaan mereka yang ada di ILAC dan IAF.

Badan akreditasi halal sendiri akan memantau entitas yang terlibat dalam pengujian, sertifikasi dan verifikasi produk halal, memastikan bahwa semua standar yang diberlakukan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa setiap produk halal sangat aman, berkualitas tinggi dan memiliki standar penuh dengan Syariah Islam. IHAF, di sisi lain, akan memastikan dengan ketat bahwa badan akreditasi Halal akan taat dan konsisten dalam mematuhi prinsip-prinsip hukum Islam.

Dilansir dari publikasi Trade Arabia (28/11), dalam pertemuan tersebut, Mohammed Saleh Badri secara resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal IHAF. Badri dipilih berdasarkan pengalaman yang luas di bidang akreditasi dan penilaian kesesuaian termasuk peran sebelumnya sebagai direktur jenderal Otoritas Emirates Standardisasi dan Metrologi (ESMA).

Sementara itu, pada pertemuan majelis umum, Dr. Rashid Ahmed bin Fahad, Menteri Negara UAE dan Ketua Emirates Otoritas Standardisasi dan Metrologi (ESMA), ditunjuk sebagai ketua IHAF sementara Peter Unger, Presiden Emeritus di Asosiasi Amerika untuk Akreditasi Laboratorium, diangkat sebagai wakil ketua.

Dr Rashid Ahmed bin Fahad mengatakan Pertemuan Majelis Umum pertama kalinya bersama IHAF adalah peristiwa bersejarah yang akan berfungsi sebagai pilar penting dari ekonomi Islam. Forum ini akan memberikan kontribusi untuk lebih memacu pertumbuhan industri halal dengan laporan resmi terbaru menunjukkan bahwa pasar global untuk produk halal berkembang pesat.

Berbicara pada pertemuan Majelis Umum, Dr Rashid Ahmed bin Fahad memperkirakan ukuran pasar dan perdagangan produk halal di lebih dari USD 1,9 Triliun pada 2015, dan diperkirakan akan meningkat menjadi $ 3 triliun pada 2021, dengan potensi pada makanan dan minuman terhitung lebih dari 60 persen.

Mohammed Saleh Badri, Sekretaris Jenderal IHAF, mengatakan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan banyak mitra lagi. "Kami akan terus membawa lebih banyak mitra dari kalangan internasional, memastikan pertukaran keahlian dan menciptakan standar hidup bagi industri halal di berbagai belahan dunia. Hal ini akan meningkatkan kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan, dan memungkinkan mereka untuk lebih memahami dan menerapkan standar halal untuk produk makanan dan non-makanan, " pungkasnya. 

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah janji panitia diumumkan, sperti halnya Kylie Sheehan, General Manager Operasi Sistem Akreditasi Joint Australia dan Selandia Baru, diangkat sebagai ketua komite urusan teknis. (ari/dbs)


Back to Top