Sukses Digelar, Pameran Hijab Mall to Mall Capai Transaksi Rp1,8 Miliar

gomuslim.co.id– Perkembangan produk busana muslim tanah air semakin pesat. Untuk mengakomodir hal tersebut, Pemerintah berinisiatif untuk mengadakan pameran Hijab Mall to Mall yang digelar di beberapa titik di Indonesia. Pameran Hijab Mall to Mall tahun 2016 telah digelar di tujuh titik di beberapa kota dan kini telah ditutup di Ibukota DKI Jakarta.

Rencana menjadikan Indonesia sebagai pusat fashhion muslim dunia pada 2020 ini pun mulai mendapatkan respon positif. Hal ini terlihat dari gelaran Hijab Mall to Mall, yang sepanjang tahun 2016 mencatatkan transaksi tidak kurang dari Rp1,8 miliar.

“Selama rangkaian Pameran Hijab Mall to Mall di tahun 2016, total transaksi yang berhasil dibukukan hingga Sabtu (26/11) mencapai Rp1,8 miliar. Jumlah ini masih akan terus bertambah seiring pembelian repeat order dan reseller produk-produk hijab,” jelas Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Noviani Vrisvintati dalam keterangan resmi, Minggu (27/11).

Ia merinci, antusiasme pengunjung pada acara Promosi Hijab Mall to Mall 2016 di Mal Kota Kasablanka mencapai 20 ribu orang. Besarnya pengunjung pada pameran hijab memberi harapan bagi 92 peserta pameran, para desainer dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) potensial binaan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Noviani menilai acara puncak promosi yang berlangsung sejak 23 sampai 27 November 2016 ini membawa prospek busana muslim Indonesia lebih baik. "Saya optimistis penyelenggaraan Pameran Mall to Mall Tahun 2016 dapat membuka akses pasar produk dalam negeri agar semakin maju dan berdaya saing," tegas Novi.

Ke depannya, Noviani berharap para peserta pameran dan UMKM dapat membentuk suatu komunitas atau paguyuban untuk menjadi wadah saling bertukar informasi, pengalaman, dan juga solusi.

"Hal tersebut perlu dilakukan karena UMKM adalah aset negara dalam membangun kemandirian bangsa dengan ekonomi kerakyatan,” ujar Novi.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan memandang, pameran seperti ini dapat mengedukasi dan menginspirasi masyarakat untuk mencintai hasil karya bangsa sendiri sehingga konsumsi produk dalam negeri dapat meningkat.

Upaya lain yang dilakukan untuk terus menumbuhkan kecintaan produk dalam negeri yaitu dengan menggelar aneka kegiatan pendukung seperti pagelaran busana, bincang-bincang, demo produk, demo kosmetik, tutorial hijab, lomba pagelaran busana muslim anak, kuis, permainan, dan konser musik.

Tak hanya itu, Novi juga kembali mengimbau agar pengelola pusat perbelanjaan dapat memfasilitasi pengusaha lokal, khususnya UMKM, untuk memasarkan produknya tidak hanya pada saat acara seperti ini saja.

“Fasilitas tersebut diharapkan juga dapat dilaksanakan di seluruh mal yang ada di Indonesia, sehingga akan semakin banyak UMKM yang dapat menjadi peserta dan mendapat jaringan lebih luas untuk mempromosikan dan memasarkan produknya,” jelasnya.

Pameran Mall to Mall telah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. Sebelumnya pameran serupa telah digelar di Gandaria City Jakarta, One Belpark Jakarta, Cito Mall Surabaya, Ratu Indah Mall Makassar, dan Palembang Icon Kota Palembang, Trans Studio Mall Kota Bandung, dan Jogja City Mall Kota Yogyakarta yang dilaksanakan sejak bulan September- sampai November 2016. (ari/dbs)

 


Back to Top