Permudah Jemaah, Kini Kemenag Jabar Hadirkan Sistem Layanan Haji Satu Atap

gomuslim.co.id- Ada kabar baik bagi kaum muslim Indonesia khususnya di wilayah Jawa Barat. Masyarakat yang ingin mendaftarkan haji kini tidak perlu dilakukan sampai berhari-hari. Hal demikian karena saat ini sudah ada sistem pelayanan haji satu atap di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat. Di antaranya adalah Kota Bandung, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bandung.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jabar, H A Buchori usai meresmikan gedung layanan haji satu atap di Kota Bandung belum lama ini. Menurut Buchori, saat ini ada beberapa daerah lain di Jabar yang sedang membangunan layanan serupa. Di antaranya; Kabupaten Bogor, Purwakarta, Sumedang, dan Bekasi. “Semua daerah itu sedang melakukan pembangunan layanan satu atap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Buchori mengatakan keberadaan gedung layanan haji satu atap ini sangat membantu masyarakat dalam memudahkan pendaftaran haji. Ia menuturkan di beberapa daerah masih banyak yang mengurus haji hingga berjam-jam bahkan berhari-hari. “Ada daerah yang memakan waktu hingga 9 jam untuk memperoleh pelayanan haji,” katanya.

Menurut Buchori, semua proses pendaftaran haji dilakukan dalam satu atap. Mulai penyerahan berkas persyaratan, buka rekening bank tempat pembayaran setoran awal, verifikasi dan validasi data, pengambilan sidik jari hingga penandatanganan oleh pejabat Kemenag yang berwenang. “Pelayanan ini, bisa memotong waktu yang sangat cepat. Cukup satu jam,” ucapnya.

Buchori menilai untuk membuat layanan haji satu atap ini memang membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah yang sangat besar. Karena, dibutuhkan dorongan moril yang luar biasa dari seorang kepala daerah. “Peran Pemda cukup besar. Saya berharap pemerintah daerah lain bisa menyusul. Kemenag di daerah bisa melobi ke Pemdanya,” harapnya.

Terkait jumlah calon jemaah haji, menurut Buchori, saat ini jumlah pendaftar haji di Jabar sudah mencapai 466.234 orang. Masa tunggu daftar antrian haji di Jabar yang terpendek adalah 15 tahun.

Dalam kesempatan sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandung, Yusuf Umar mengatakan, Kota Bandung sekarang sudah melaksanakan layanan haji satu atap. Dengan penerapan sistem ini, kata dia, mulai dari registrasi hingga pembayaran dapat dilakukan di Kantor Kemenag Kota Bandung. “Layanan satu atap ini, idenya berasal dari Dirjen Haji Kemenag,” ujarnya.

Menurut Yusuf, dana yang digunakan untuk membangun gedung satu atap ini sekitar Rp 1 miliar. Ia, memperoleh dukungan dari Pemkot Bandung yang cukup komitmen terhadap masalah keagamaan di Kota Bandung. “Dengan sistem yang baru ini, masyarakat Kota Bandung cukup satu jam sudah dapat kursi untuk haji dan berlaku mulai tahun ini,” katanya.

Yusuf menambahkan sebagai kota metropolitan yang mobilitas warganya cukup tinggi, layanan ini akan mempermudah calon jemaah dalam proses pendaftaran haji. “Nanti warga tidak perlu lagi datang ke Kantor Kementerian Agama, lalu bayar ke bank, terus balik lagi ke kantor Kementerian Agama Kota Bandung. Semua pelayanan akan satu atap,” paparnya.

Selain itu, kata Yusuf, pembangunan gedung pelayanan satu atap mendapatkan dukungan dari Pemkot Bandung, perbankan, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). “Semua ketua KBIH menjadi pengurus pembangunan gedung sebab di Kemenag tidak ada anggaran. Lima bank syariah juga membantu pembangunan gedung dengan dua bank sudah membuka pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan layanan ini merupakan salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat saat melakukan pendaftaran haji. “Hari ini salah satu perbaikan pelayanan kepada calon jemaah haji Kota Bandung. Pelayanan satu atap sudah mulai dimaksimalkan dengan pendaftaran dan pembayaran dengan cara membuka cabang-cabang perbankan syariah di satu tempat yang sama,” katanya

Lebih lanjut, Kang Emil, sapaan akrabnya, mengatakan adanya pembayaran satu atap dapat menghemat waktu lebih banyak. “Sehingga kalau dulu orang bisa dua hari bolak balik hanya untuk satu urusan, sekarang bisa datang hadir di satu atap,” katanya.

Emil juga memotivasi warga Kota Bandung untuk segera mendaftar menjadi calon jemaah haji sejak sekarang. “Kepada warga Bandung cepat-cepatlah mendaftar. Jadi kita motivasi warga Bandung sudah harus menyiapkan rencana berhaji sejak sekarang," ujarnya.

Meski dalam pelaksanaannya kabupaten Indramayu sudah lebih dulu, Kota Bandung ternyata menjadi penggagas pertama hadirnya pengurusan ibadah haji dan umrah satu atap. Penyelenggaraan ini akhirnya diresmikan setelah sebelumnya sempat terhambat oleh pembangunan gedung yang belum rampung. (njs/dbs)


Back to Top