Beri Peluang Santri Berprestasi, Pemkab Sumedang Kembali Gelar Musabaqah Qira’atil Kutub 2016

gomuslim.co.id- Ajang perhelatan Musabaqah Qiro’atil Kutub (MQK) VI Tahun 2016 Tingkat Kabupaten Sumedang kembali digelar belum lama ini. Perlombaan yang dilaksanakan setiap setahun sekali ini bertujuan untuk menjaring santri berprestasi dari berbagai Pondok Pesantren. Selain itu, ajang tersebut juga dimaksudkan untuk mencetak kader ulama di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang H. Zaenal Alimin saat membuka acara secara resmi. Menurut Zaenal, kegiatan yang digagas oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang ini bertujuan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan antar pesantren. “Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia punya peranan penting dalam kemajuan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, kata Zaenal, melalui kegiatan ini semangat menuntut ilmu agama Islam di kalangan anak muda dan remaja akan kembali bangkit. “Selain terjalinnya silaturrahim antar pondok pesantren, melalui perlombaan ini saya harap para santri semakin semangat untuk mengkaji dan mengaji ilmu agama Islam dari sumbernya yang berbahasa Arab,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) yang sekaligus merangkap ketua pelaksana MQK VI H. Agus Suherman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaring santri pondok pesantren berprestasi dalam membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab rujukan berbahasa arab.

“Tujuannya adalah untuk mendorong dan meningkatkan pemahaman dan kualitas para santri dalam membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab rujukan berbahasa arab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menuturkan tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antar pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang dalam rangka terwujudnya persatuan, kesatuan dan Ukhuwah Islamiyah. “Selain itu juga untuk meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan,” katanya.

Agus menjelaskan, kegiatan  yang mengambil tema “Dari Pesantren untuk Bangsa” tersebut diikuti oleh 486 peserta dari 26 pondok pesantren yang ada di Sumedang dengan melibatkan 50 orang Dewan Hakim. Adapun kitab-kitab yang dilombakan pada MQK VI Tahun 2016 sebanyak 17 kitab yang dibagi ke dalam tiga tingkatan (Marhalah).

Menurut Agus, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning ini bukan sebatas lomba untuk memperebutkan juara melainkan harus menjadi penyebaran nilai-nilai keislaman. “Selama ini muncul kesan apabila MQK maupun MTQ sebatas meraih kejuaraan atau gengsi suatu daerah. Semangat dari MQK harus kita kembalikan lagi untuk membina umat Islam bukan hanya sekedar lomba saja,” imbuhnya.

MQK VI dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin dengan didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hj. Ani Gestaviani. Turut hadir dalam acara pembukaan, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, MUI Kabupaten Sumedang, Kantor Kemenag Sumedang, Forum Pondok Pesantren Kabupaten Sumedang, pimpinan pondok pesantren, Dewan Juri dan para santri peserta MQK. (njs/dbs)


Back to Top