Seniman Asal Azerbaijan Ini Tulis Mushaf Alquran di Kain Sutra

gomuslim.co.id- Sebuah projek mandiri dari seorang seniman wanita asal Azerbaijan tentang tulisan Alquran resmi selesai. Baru-baru ini, pelukis Azerbaijan tersebut telah berhasil menulis mushaf Alquran pada kain sutra transparan.

Adapun, projek pribadinya ini merupakan mushaf pertama yang ditulis menggunakan bahan sutra. Dia adalah Tünzale Memmedzade. Lewat seni karyanya ini, Tunzale menggunakan 50 meter sutra hitam transparan dan 1.500 mililiter tinta emas dan perak dalam proyek ini.

Tünzale Memmedzade dalam publikasi DailySabah mengatakan proyek ini memakan waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya. Proses yang panjang tersebut karena katanya, menulis mushaf didasarkan pada mushaf yang biasa dicetak oleh Diyanet, Kantor Urusan Agama Turki.

Kain-kain sutera tersbeut ia buat menjadi lembaran-lembaran  sutra  yang masing-masing berukuran 29 x 33 cm. Selanjutnya, mushaf Alquran tersebut dia tulis secara manual di lembaran-lembaran kain tersebut dengan tinta emas dan perak.

Kemampuannya dalam berkesenian memnag sudah ada sejak dulu. Muslimah pelukis ini pernah belajar sejarah seni di Universitas Marmara di Turki. Selain itu, Memmedzade juga mengatakan dia memutuskan untuk menggunakan sutra setelah menyelidiki dan menemukan bahwa Alquran telah ditulis ke berbagai bahan tetapi tidak pernah ditulis di sutra sebelumnya.

Memmedzade menyatakan bahwa setelah menyelidiki lebih lanjut ia menyadari bahwa Alquran telah ditranskrip ke berbagai bahan tetapi tidak pernah ke sutra sebelumnya, dan ini adalah yang kemudian motivasi untuk proyek tersebut.

Dia menganggap pekerjaan ini adalah bagian dari panggilan jiwanya. Sementara banyak yang memandang remeh programnya itu, tapi ia juga mencatat bahwa hal ini tidak melanggar hukum agama. Karena, sutra merupakan bahan yang juga disebut dalam Alquran.

“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan karya ini setelah tiga tahun bekerja dan saya juga bahagia karena menjadi orang pertama yang telah melakukan proyek tersebut menulis mushaf Alquran di kain sutra, “ pungkas pelukis berusia 33 tahun itu.

Untuk diketahui, diperkirakan sekitar 93 persen penduduk Azerbaijan adalah secara nominal sebagai Muslim.  Islam tiba di Azerbaijan dengan kedatangan orang Arab pada abad ke-7, bertahap menggantikan Zoroastrianisme dan kepercayaan panag Azerbaijani. Pada abad ke-7 dan abad ke-8 kebanyakan pengikut Zoroastrians pindah ke India, di mana mereka disebut Persia. Sehingga Bolshevik Soviet menghentikan praktik ini.

Imam Ruffat salah satu tokoh agama di negara ini menjelaskan bahwa populasi Azerbaijan yang baru merdeka dari cengkraman Uni Soviet pada tahun 1991 ini berjumlah kurang lebih 10 juta penduduk. Dengan sebaran 6 juta di Kota Baku dan sisanya di distrik-distrik lainnya.

"Di Azerbaijan 90 persen penduduknya menganut Islam, 60 persen Syiah dan 30 persen Sunni. Tapi disini tidak membedakan Sunni atau Syiah bahkan  agama apapun diterima di sini sampai Atheis pun dilindungi," pungkas Ruffat. (fau/dbs/foto: aboutIslam)


Back to Top