Targetkan Raih Opini WTP, BAZNAS Bertekad Entaskan Kemiskinan

gomuslim.co.id- Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peranan penting dalam memajukan perekonomian bangsa. Baru-baru ini, lembaga pengumpul zakat tersebut telah memantapkan Rencana Strategis (Renstra) untuk periode 2016 sampai 2020 mendatang. Hal tersebut dalam rangka berkomitmen meningkatkan pengelolaan zakat secara transparan dan akuntabel dan untuk memacu kinerja.

Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo mengatakan pihaknya bertekad untuk semakin mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan. “BAZNAS berupaya mengentaskan satu persen dari 28 juta rakyat Indonesia dari kemiskinan. Sehingga pada 2020 BAZNAS menargetkan mampu mengentaskan sebanyak 1,45 juta warga miskin,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Bambang saat membuka Sosialisasi Renstra dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Entri RKAT BAZNAS Provinsi Menggunakan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), di Jakarta. Acara yang digelar selama tiga hari 28 sampai 30 November 2016 ini dihadiri perwakilan BAZNAS dari 34 provinsi.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan untuk mengentaskan kemiskinan, pihaknya menggencarkan kegiatan penghimpunan zakat dari para muzaki (pembayar zakat) dan pemberdayaan ekonomi dalam berbagai program. “Kita (BAZNAS) memiliki berbagai program untuk masyarakat miskin seperti pemberian beasiswa, pemberian modal bagi usaha kecil dan menengah dan sebagainya,” katanya.

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan setiap tahun pihaknya mengupayakan peningkatan penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lain (DSKL) sebesar 25-40 persen hingga 2020. “Pada akhir tahun itu, BAZNAS berharap pelayanan terhadap mustahik (penerima zakat) bisa menjangkau 100 persen di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Menurut Menteri Pendidikan Nasional ini, untuk membangun kinerja perzakatan nasional yang optimal dan terukur, baik dalam penghimpunan maupun pendistribusian, maka diperlukan penyusunan renstra. “Hal tersebut tentu saja tidak gampang. Perlu koordinasi dan niat kelembagaan, sehingga diperlukan rencana strategis sebagai instrumen koordinasi niat,” ungkapnya.

Instrumen itu dijabarkan dalam Rancangan Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) masing-masing provinsi seluruh Indonesia. Selain itu, semua bisa difasilitasi sistem informasi terkini yang telah digunakan, yaitu Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). “Dengan tersusunnya renstra ini, diharapkan dapat meningkatkan realisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat, sehingga ke depan BAZNAS bisa menjadi pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia,” tuturnya.

Baznas menargetkan pada tahun 2017 nanti, seluruh cabang di 34 provinsi di Indonesia bisa meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) saat dilakukan audit pengelolaan pendanaan. Pada 2016, opini WTP baru diraih oleh Baznas pusat dan tiga provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. “Target kita WTP di seluruh Indonesia. Dengan cara begitu saya optimistis kepercayaan masyarakat akan menjadi semakin besar,” ungkapnya.

Target opini WTP tersebut, menurut Bambang, tak berlebihan karena kini Baznas didukung sistem baru SIMBA yang bisa mengontrol keuangan secara komprehensif. Tak hanya dari sisi pengumpulan, sistem berbasis teknologi informasi ini juga mampu mendeteksi sejauh mana pendistribusian dan pendayagunaan terhadap dana dana yang telah diserahkan oleh orang yang berzakat (muzaki).

Sistem SIMBA juga akan mempermudah Baznas pusat mengontrol dan melihat sejauh mana tingkat pelaporan dari Baznas daerah. Di sisi lain, para muzaki juga bisa dengan cepat mengetahui laporan pendanaan sekaligus pengelolaan atau optimalisasi zakatnya. “Sehingga ada standar pengelolaan zakat nasional. Visi Baznas ingin menjadi pengelola zakat terbaik dan tepercaya di dunia,” paparnya.

Bambang berharap BAZNAS bisa menjadi contoh sebagai pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia dalam mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan dana zakat bagi yang berhak menerimanya.

Sementara itu, Kasubdit Pengawasan Lembaga Zakat Kementerian Agama (Kemenag) M Fuad Nasar menilai, pembentukan sistem kontrol atas pengelolaan dana zakat adalah bentuk terobosan positif BAZNAS yang harus didukung semua pihak. “Kemenag juga terus mendorong BAZNAS membuat inovasi-inovasi lain agar pengumpulan hingga pendistribusian pendanaan zakat kian mudah dan transparan. Jika Baznas bisa melakukan itu, saya yakin target pengumpulan zakat sebesar Rp5 triliun pada 2016 ini bisa tercapai,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top