Perluas Jaringan, BCA Syariah Siap Ekspansi ke Indonesia Timur Tahun Depan

gomuslim.co.id– BCA Syariah siap melakukan ekspansi jaringan di wilayah Indonesia timur dengan menyelenggarakan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) pada 2017 mendatang. BCA Syariah telah memasukkan rencana untuk membuka kantor cabang di wilayah Indonesia timur dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan.

"Untuk Laku Pandai, kami masih menunggu persetujuan dari OJK karena ada persyaratan harus memiliki kantor di Indonesia timur, jadi BCA Syariah tahun depan fokus untuk membuka jaringan di Indonesia timur," ujar Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih di Jakarta, Selasa (29/11).

John mengatakan pembukaan jaringan kantor di wilayah Indonesia timur akan direalisasikan terlebih dahulu di Kota Makassar dan setelah itu BCA Syariah juga berencana ekspansi ke Sumatera. Menurutnya pembukaan jaringan tersebut tidak hanya untuk memenuhi persyaratan dalam menyelenggarakan Laku Pandai saja, namun juga ada potensi yang besar untuk mengembangkan industri keuangan syariah di wilayah Indonesia timur.

"Setelah mendirikan kantor di Indonesia timur, nantinya kami baru bisa melakukan ekspansi digital banking untuk branchless banking," kata John.

Selain ekspansi di wilayah Indonesia timur, pada 2017 mendatang BCA Syariah juga akan mengembangkan digital banking dengan meningkatkan mobile banking dan internet banking. Tak hanya itu, BCA Syariah juga berencana akan meluncurkan produk uang elektronik dalam bentuk server based maupun chip based. John mengatakan produk uang elektronik tersebut ada yang dikeluarkan sendiri maupun co-branding dengan induk usaha yakni BCA.

Dengan adanya ekspansi tersebut, John berharap pembiayaan pada 2017 mendatang bisa meningkat 18 persen. Sementara, sampai akhir tahun ini pembiayaan BCA Syariah diharapkan bisa mencapai pertumbuhan antara 15-18 persen atau sekitar Rp 3,7 triliun. John menjelaskan, total pertumbuhan aset BCA.

Sementara itu, wilayah Indonesia Timur juga memerlukan sosialisasi produk keuangan syariah. CEO Karim Consulting Indonesia Adiwarman Karim mengatakan perkembangan aset dan intermediasi perbankan syariah wilayah Indonesia timur relatif belum secepat Jawa dan Sumatera.

Rasio aset, pembiayaan, dan DPK syariah di wilayah Indonesia timur pada Agustus 2016 tercatat menurun dan relatif lebih rendah dari wilayah lainnya. Adiwarman mengatakan sosialisasi dan pengenalan produk yang lebih intensif perlu terus dilakukan oleh perbankan.

"Edukasi bahwa produk perbankan syariah bersifat universal dan dapat digunakan oleh siapa saja juga dinilai perlu, mengingat beberapa daerah di Indonesia timur memiliki penduduk dengan mayoritas non muslim," ujar Adiwarman. 

Adiwarman menjelaskan preferensi konsumen masih menjadi tantangan bagi perbankan syariah. Sebab, faktor rasional seperti informasi produk syariah yang kurang jelas, ongkos yang lebih mahal, dan pemahaman produk syariah yang belum memadai. Selain itu, ada keterbatasan layanan syariah yang membuat konsumen belum tertarik untuk memilih perbankan syariah. 

Syariah year on year sampai September 2016 sebesar 27 persen dan pertumbuhan profit mencapai 60 persen. Sementara NPF Nett BCA Syariah masih terjaga di angka 0,4 persen. (ari/dbs)


Back to Top