'Dubai Marina' Metamorfosis Gurun Pasir Jadi Pantai Buatan

gomuslim.co.id- Uni Emirat Arab (UEA) kian bermetamorfosis dalam waktu yang begitu singkat, dari yang sebelumnya hanya gurun pasir panas dan tandus, kini berubah menjadi pariwisata yang mampu membuat siapa saja takjub dengan pesona Marinanya.

Dubai adalah satu dari tujuh kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA) yang terletak di sepanjang pantai Selatan Teluk Persia di Jazirah Arab. Kota ini berbagi perbatasan dengan Abu Dhabi di Selatan, Sharjah di Timur Laut, dan Kesultanan Oman di Tenggara. Dubai memiliki iklim panas dan pada beberapa waktu menjadi lembab (kering selama panas yang ekstrim) dengan banyak bulan mencatat temperatur di atas 40 °C.

Populasi Dubai diperkirakan mencapai paling tidak saat ini 2,2 juta menurut laporan terbaru dari Pusat Statistik Dubai (DSC). Sekitar 75 persen dari penduduk di Dubai yang menunjukkan ketidakseimbangan gender di antara populasi umum kota. Ketidakseimbangan itu terutama disebabkan oleh sejumlah besar ekspatriat yang bekerja di Dubai, yang sebagian besar adalah laki-laki di kelompok usia produktif.

Rasanya tidak ada yang tidak mungkin di Dubai. Inilah Dubai Marina yang penuh yacht atau kapal layar membuat wisatawan terpanah akan keelokan pantai buatan yang dahulunya adalah gurun pasir. 

"Dubai Marina ini dulunya gurun pasir. Lalu hanya butuh dua tahun akhirnya jadi marina. Air dari sini berasal dari Teluk Arab," ungkap Gabriel Dami yang merupakan pemandu dari Arabaian Adventures. 

 kepada media di Dubai Marina pada beberapa waktu lalu.

Dubai Marina mulai dibangun pada sekitar tahun 2003, berada di dekat Palm Jumeirah. Tepatnya di simpangan 5 antara Jebel Ali Port dan area yang terdapat Dubai Internet City, Dubai Media City dan American University di Dubai. Pembuatnya adalah Emaar Propertoes dan didesain oleh HOK Canada.

Dubai Marina punya deretan gedung pencakar langit sebagai perkantoran, apartemen dan hotel. Deretan kafe dan restoran ada di pinggirannya dan dilengkapi area pedestarian yang nyaman. Gabriel mengatakan bahwa ini merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat liburan ke Dubai.

"Di sini tempat yang asyik buat foto-foto dengan background gedung-gedung pencakar langit. Mau makan juga asyik di sini, malah ada juga turis yang jogging," kata pria asal Rumania itu.

Tidak ada tiket masuk untuk datang ke Dubai Marina. Jika mau naik boat di sini dan berkeliling sampai ke Palm Jumeirah, harganya AED 600 atau setara Rp 2,3 juta.

"Dubai Marina ini seperti bukan sedang di Timur Tengah," kata Gabriel.

Produk domestik bruto Dubai diperkirakan mencapai USD 107.100.000.000, dengan tingkat pertumbuhan 6,1% di 2014. Pendapatan perusahaan di Dubai juga naik 36,8% tahun lalu, menyusul pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Produksi minyak bumi rupanya hanya menyumbang 7 persen saja dari total pendapatan negara itu, sedangkan sisanya dari pendapatan dari sektor investasi berat, industri, dan lahan. Pemerintah Uni Emirat Arab dan Kota Dubai mulai mengadopsi metode Barat dalam pengembangan bisnis properti. (nat/dbs)

 


Back to Top