NTB Berlakukan Masa Tunggu Haji Selama 25 Tahun

gomuslim.co.id- Pemotongan kuota haji sebesar 20 persen untuk Indonesia, berdampak pada lamanya masa tunggu calon jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, sebelum adanya pemotongan tersebut, jumlah kuota haji NTB sebesar 4.494 orang. Lama masa tunggu jamaah haji asli NTB, yaitu 25 tahun.

"Namun, adanya pemotongan sebesar 20 persen membuat kuota jemaah haji NTB berkurang menjadi 3.596 orang, dengan 24 diantaranya adalah panitia penyelenggara haji daerah (PPHD)," papar Maad Umar selaku Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Agama Provinsi NTB.

Umar mengatakan hingga saat ini, daftar tunggu jamaah haji NTB sudah mencapai 82 ribu orang. Jumlah ini diperkirakan terus akan meningkat mengingat Kemenag NTB terus membuka pendaftaran haji setiap harinya kecuali Sabtu dan Ahad. 

Daftar calon jamaah haji asal NTB terbanyak datang dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Barat, Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Lombok Utara. "Kalau pemotongan 20 persen dari pemerintah Arab Saudi masih berlanjut, maka daftar tunggu itu 25 tahun," ujarnya, Selasa (29/11). 

Meski demikian, pihaknya berharap pemotongan kuoto dari pemerintah Arab Saudi tidak berlanjut pada 2017. Mengingat, proses penandatanganan yang akan dilakukan Direktorat Penyelenggaraan Haji dengan Pemerintah Arab Saudi pada Januari 2017.

"Kita harap, kalau pemotongan itu dicabut, maka 1.000 kuota haji NTB bisa kembali," imbuhnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan menggunakan jalur resmi dalam melakukan ibadah haji. "Lamanya masa tunggu ini bisa menjadi alasan masyarakat menggunakan jalur tidak resmi untuk berangkat ke tanah suci, tapi walaupun begitu kita tidak ingin masyarakat mengggunakan jalur tidak resmi untuk naik haji," terangnya.

Adapun, jumlah jemaah haji di wilayah NTB tercatat sebanyak 51.015 orang, dan jika diperkirakan 20 persen di antaranya telah meninggal dunia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, maka masih ada sekitar 40 ribu jamaah haji yang menjadi bagian dari anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) NTB.

Jumlah jemaah haji itu akan terus bertambah mengingat animo menjalankan ibadah haji masyarakat NTB cukup tinggi, yang dibuktikan dengan daftar tunggu calon haji sebanyak 46.119 orang itu. NTB juga merupakan daerah mayoritas pemeluk agama Islam atau 96 persen dari penduduk NTB yang mencapai 4,5 juta jiwa, beragama Islam.

Kuota haji untuk NTB setiap tahun berkisar antara 4.500 hingga 4.700 orang sehingga tidak berbanding lurus dengan minat haji, dan antrean calon haji terus bertambah. Karena itu, IPHI NTB bertekad akan melakukan pembenahan dan pembinaan serta memantapkan kepengurusan di tingkat kabupaten atau kota. (nat/dbs)

 


Back to Top