Gelar Outlook, MNC Asset Management Bidik Reksa Dana Syariah

gomuslim.co.id- MNC Asset Management (MAM) bekerja sama dengan MNC Securities (MSEC) menyelenggarakan Investor Gathering bagi para pelaku industri asuransi jiwa maupun asuransi umum. Adapun tema acara yang diusung adalah Market Outlook 2017 Opportunity in Challenging Year. Kerja sama sinergi antara MAM dan MSEC sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi di pasar modal ini, menghadirkan pengamat ekonomi Anggito Abimanyu. Pada kesempatan yang sama, MNC Asset Management juga mengungkapkan rencana nya dalam membidik reksa dana Syariah. 

Direktur Utama MNC Asset Management (MAM) Frery Kojongian mengatakan acara ini diselenggarakan agar perusahaan asuransi harus bertindak kreatif dan jeli dalam melihat kesempatan investasi portofolio. Sebab, saat ini investasi sektor riil 2016 masih sangat lemah dan memberikan dampak positif bagi investasi portofolio saham, obligasi korporasi maupun negara. "Penjelasan market outlook 2017 ini merupakan momen penting bagi nasabah asuransi, kami untuk mengambil langkah dalam berinvestasi di tahun 2017," ucapnya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (29/11). 

Lebih lanjut, MNC Asset Management sebagai perusahaan manajer investasi akan membantu dalam mengelola dana investasi mereka untuk mendapatkan return yang optimal melalui produk reksa dana perusahaannya. Masih dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama MNC Securities Susy Meilina turut menyampaikan rasa optimismenya atas perkembangan ekonomi di tahun mendatang. Dirinya yakin bahwa masyarakat tetap dapat mengambil kesempatan di tahun yang penuh tantangan ini. "Asalkan, dibekali dengan pengetahuan yang memadai mengenai kondisi-kondisi modal. Untuk itu, kami terus bekali nasabah MNC Securities dengan informasi yang lengkap setiap harinya sehingga mereka dapat menentukan pilihan yang bijak dalam pengelolaan dana investasi," katanya.

Sementara itu, MNC Asset Management juga berencana akan memaksimalkan keberadaan reksa dana berbasis syariah mulai 2017. Pasalnya, saat ini bila dilihat dari total reksa dana nasional secara keseluruhan, reksa dana syariah hanya mengambil porsi sekitar 3 sampai 4%.

"Jadi sebenarnya ke depan ini potensinya sangat besar. Tentu harus didukung juga dengan instrumen syariah yang akan dikeluarkan pemerintah maupun swasta yang diyakini bisa mendorong," ujar Direktur Utama MNC Asset Management Frery Kojongian saat ditemui usai acara Investor Gathering yang diadakan oleh MNC Asset Management dan MNC Securities di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (29/11).

Hanya saja, tantangan perusahaan pengelola aset (asset management) saat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap produk reksa dana berbasis syariah. Soalnya, pengetahuan masyarakat terhadap salah satu produk investasi jenis ini masih minim.

"Challenge di sini adalah gimana mengedukasi kepada masyarakat terutama masyarakat yang ingin investasi di basis syariah, dan juga ini semua bisa open kepada semua jenis industri. Baik ritel maupun institusi. Jadi ke depan potensinya bisa," tuturnya.

Untuk diketahui, saham syariah memiliki kapitalisasi pasar sekitar 56 persen atau Rp 3.142 triliun dari total Rp 5.607 triliun per November 2016. Nilai transaksi saham syariah juga cukup besar, mencapai 57 persen. Sedangkan, saham non syariah sebesar 43 persen. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan Peraturan OJK (POJK) mengenai pemisahan unit syariah manajer investasi. Penerbitan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi reksa dana syariah dan juga instrumen investasi syariah lainnya. (ari/dbs)


Back to Top