Gelar Pekan Apresiasi Islam, Asosiasi Mahasiswa Muslim AS Kenalkan Islam Ramah dan Damai

gomuslim.co.id- Dialog keislaman terus dilakukan oleh beberapa komunitas Muslim di Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan dalam rangka mengenalkan Islam yang ramah dan menjunjung tinggi nilai perdamaian kepada masyarakat sekitar. Seperti yang dilakukan Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA) yang bertekad mengedukasi mahasiswa University of Wisconsin-Madison (UW-Madison).

Baru-baru ini, mahasiswa University of Wisconsin–Madison (UW-Madison) menggelar Pekan Apresiasi Islam. Kegiatan yang mengangkat tentang budaya Islam ini dilaksanakan dalam beberapa hari. Acara yang digagas MSA tersebut telah dimulai sejak Senin (28/11) lalu dengan diawali dengan kegiatan sosial. Beberapa pembicara Muslim dihadirkan MSA dalam sesi diskusi ini.

Iffa Bhuiyan, mahasiswa UW-Madison dan anggota MSA mengatakan, peran pemuda Muslim dan MSA sangat besar dalam meningkatkan kesadaran keberadaan Islam. “Ketegangan terasa di sini. Maka, penting bagi saya untuk menunjukkan wajah ramah seorang Muslim dan menyampaikan Islam itu tidak menakutkan. Bisa melakukan itu bagi orang lain di kampus ini sangatlah penting,” ujarnya sebagaimana dilansir UW–Madison, The Daily Cardinal, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Bhuiyan menuturkan ceramah-ceramah di beberapa masjid saat ini seolah berubah menjadi sebuah peringatan untuk tetap waspada. Penekanannya lebih banyak untuk bersabar serta memahami mereka yang mungkin punya pandangan berbeda. Melalui Pekan Apresiasi Islam ini, Bhuiyan berharap, bisa bertemu lebih banyak non-Muslim dalam agar mereka bisa mengenal Islam dari sumbernya.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang hadir dalam ajang Pekan Apresiasi Islam ini. Terutama kalangan non Muslim. Karena dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi kesempatan baik untuk mengenalkan Islam yang indah, ramah dan penuh toleransi,” katanya.

Pekan Apresiasi Islam dimeriahkan dengan aneka kegiatan seperti membagikan aneka aksesoris rambut gratis serta diskusi terbuka mengenai perspektif Islam tentang cinta, hubungan biologis, dan kencan di kalangan masyarakat AS.

Sementara itu, Presiden MSA University of Wisconsin–Madison Najeeha Khan mengungkapkan, stereotipe negatif tentang Islam perlu diruntuhkan dengan terus mensyiarkan dan dialog tentang Islam.

“Inilah yang menjadi tujuan besarnya. Dari semua ini, kami tahu, mereka belum mengenal kami. Adalah tanggung jawab kami untuk mengedukasi masyarakat, karena kami tidak bisa berharap masyarakat paham bila kami tak turun tangan,” ungkapnya.

Kegiatan Pekan Apresiasi Islam sendiri biasanya diselenggarakan MSA pada musim semi. Namun, karena sensitivitas akan keberagaman di kampus yang semakin kuat, MSA memajukan jadwal kegiatan ini. “Saya pikir banyak mahasiswa Muslim yang kadang jadi minoritas butuh punya komunitas, terutama bila menyampaikan hal negatif soal Islam dan orang-orang percaya dengan itu. Sangat melegakan bisa kita punya teman bicara dan saling mendukung,” tuturnya.

Sebelumnya, dialog lintas agama kembali dirutinkan oleh beberapa masjid di Amerika. Umat Islam di Schaumburg, Illinois, Amerika Serikat (AS), mengintensifkan dialog Muslim dengan non-Muslim. Acara ini digelar rutin tiap Sabtu dan bertujuan mengembangkan rasa saling empati. Acara bertempat di The Midwest Islamic Center, Irving Park Road. Panitia mengambil tema “Hari Masjid Terbuka untuk Umum, Kenali Tetangga Muslim Kalian”. (njs/dbs)


Back to Top