Inilah Bank Syariah Pertama di Skotlandia

gomuslim.co.id- Ekonomi Islam semakin mendapat tempat di dunia. Hal ini terlihat dari beberapa negara telah mulai mengoperasikan bank syariah. Mulai dari India yang sejak puluhan tahun melarang perbankan syariah, kini bahkan membuka. Hal yang sama juga dilakukan di salah satu negara Eropa, Skotlandia.

Di negara resmi Britania Raya itu, kini telah beroperasi bank syariah bernama Al Rayan Bank (ARB) di Glasgow, Skotladia. Kehadiran ARB sendiri menjadi bank syariah pertama yang ada di negara tersebut. Hal ini menunjukan, keuangan syariah dunia mulai mengembangkan sayapnya ke belahan penjuru dunia.

Untuk diketahui, ARB ini dulunya bernama Islamic Bank of Britain (IBB). Bank tersebut menawarkan sistem perbankan yang tidak memberikan bunga serta bagi hasil dan risiko kepada masyarakat Skotlandia. IBB mencetak laba setelah pajak sebesar 10,3 juta pound sterling pada 2015. Angka ini melesat dari laba tahun 2014 yang hanya 1,2 juta poud sterling.

Direktur Eksekutif ARB, Sultan Choudhury mengatakan bank syariah ini memang punya banyak nasabah dari Skotlandia sebelum menghadirkan kantor di negara tersebut. Nasabah tersebut melakukan transaksi perbankan via internet dan telepon. “Kini, kami menghadirkan kantor bank kami di Skotladia,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Herald Scotland belum lama ini.

Lebih lanjut, Choudhury mengungkapkan tujuan utama pembukaan cabang bank syariah di Skotlandia adalah membuat kemitraan antara Glasgow dengan Komisi Keuangan Syariah Inggris. Tidak hanya itu, pemilihan Skotlandia sebagai wilayah ekspansi pasar, dinilai sesuai dengan bisnis bank. “Mengingat pertumbuhannya cukup baik, ini akan menjadi peluang yang cukup menjanjikan,” katanya.

Selain itu, kata dia, ARB ini juga menawarkan produk perbankan syariah berupa tabungan, giro, pembiayaan rumah dan properti, serta pembiayaan korporasi. “Semua produk ini diharapkan bisa menjangkau kalangan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan sama, sekretaris kabinet untuk ekonomi, pekerjaan, dan keadilan dunia kerja, Keith Brown mengatakan ARB menyambut baik perluasan pasar bank syariah di Skotlandia untuk pertama kalinya dalam menawarkan sistem keuangan syariah kepada masyarakat Skotlandia. “Ini menjadi terobosan yang bagus buat pengembangan pasar bisnis keuangan di Skotlandia,” ungkapnya.

Sebelum berada di Skotlandia, bank ini sudah melakukan kerja sama pembiayaan dengan sebuah organisasi non profit untuk pedidikan Islam di Glasgow, Al-Meezan pada 2013. Nilai pembiayaannya mencapai 400 ribu poundsterling dan ditujukan untuk pembangunan bangunan tempat mengajar seperti pembangunan 10 ruangan kelas, toilet, aula, dan renovasi teater.

Sementara itu, saat ini pertumbuhan industri perbankan syariah dunia masih besar. Nilai aset bank syariah di seluruh dunia pada akhir tahun 2016 diyakini bisa menembus angka US$ 1 triliun. Lembaga keuangan yang bergerak di bisnis syariah di seluruh diperkirakan mencapai 700 perusahaan dengan 250 diantaranya beoperasi di negara teluk.

Data terbaru tersebut terungkap dari pertemuan tahunan CEO Keuangan Syariah yang digelar The College of Islamic Studies dari Hamd University Bin Khalifa University (HBKU), Qatar. Selain para CEO, pertemuan dihadiri direktur lembaga keuangan Qatar dan Negara Teluk serta penasihat senior.

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku industri keuangan syariah dipertemukan dengan pebisnis dari berbagai sektor dan akademisi untuk mengungkapkan masalah dan tantangan yang dihadapi. Para pemangku kebijakan juga sepakat untuk mengurangi hambatan mengakses keuangan syariah serta menciptakan produk syariah yang berkelanjutan. “Serta mendorong ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat,” ujar salah satu pembicara.

Terkait peran sektor keuangan syariah, seluruh pihak mengaku adanya hambatan dalam mengoptimalkan produk syariah untuk pendanaan proyek infrastruktur. Keuangan syariah juga dianggap memiliki potensi merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur yang terkait target Suistanable Development Goals (SDG) di negara muslim. (njs/dbs)


Back to Top