Gaet Citi Indonesia, Mandiri Investasi Jual Reksa Dana Syariah di Pasar Saham Luar Negeri

gomuslim.co.id- Keuangan syariah terus mengembangkan diri di tatanan global. Salah satu caranya adalah dengan memperluas distribusi produk keuangan syariah di pasar saham luar negeri. Seperti yang dilakukan oleh PT Mandiri Manajemen Investasi. Baru-baru ini, perusahaan tersebut menggandeng Citi Indonesia sebagai agen pertama pemasaran produk Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED).

Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi Muhammad Hanif mengatakan MGSED merupakan produk reksa dana saham syariah dengan portofolio investasi di pasar modal luar negeri. “Saya berharap melalui kerjasama ini, dapat mendongkrak dana kelolaan reksa dana syariah offshore itu dari US$10 juta menjadi sekitar US$20 juta-25 juta dalam enam bulan ke depan,” ujarnya.

Hanif menuturkan reksa dana ini dapat digunakan sebagai akses bagi para calon investor di Indonesia untuk berinvestasi sepenuhnya di pasar saham luar negeri. Selain itu, kata dia, reksa dana ini menggunakan prinsip syariah yang sangat berhati-hati dan bertanggung jawab dalam proses pemilihan saham di luar negeri di portofolio reksa dana menambah keunikan dan nilai tersendiri.

Lebih lanjut, Hanif menjelaskan bahwa reksa dana Mandiri Global Sharia Equity Dolar 100 persen berinvestasi di pasar saham luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Selama ini, kata dia, reksa dana yang diluncurkan sejak awal Agustus 2016 lalu ini baru dipasarkan kepada investor institusi di Tanah Air.

Untuk memperluas distribusi produk ini kepada investor ritel, Mandiri Investasi menggandeng Citi Indonesia sebagai agen penjual sekaligus bank kustodian. “Kolaborasi ini akan membangun sinergi yang kuat. Kami konsentrasi dulu dengan Citi untuk menjangkau nasabah ritel pemilik dana dalam denominasi dolar AS. Selain sebagai agen penjual, penunjukan Citi sebagai bank kustodian bagi Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar ini didasari oleh pengalaman dan komitmen Citi di Indonesia yang mendukung penjualan reksa dana syariah,” tambahnya.

Mandiri Investasi juga terus menjajaki peluang menjaring investor institusi, terutama perusahaan asuransi yang memiliki kewajiban dalam dolar AS. Kantor cabang di Singapura pun akan dioptimalkan untuk memasarkan produk tersebut. “Targetnya sekitar US$20 juta-25 juta dalam enam bulan. Kami konservatif sambil melihat kinerja dan timing, karena volatilitas pasar sedang tinggi, jadi jangan terlalu agresif,” ungkapnya.

Mengutip riset JP Morgan, Hanif memaparkan dana dalam US dolar yang ada di Indonesia hampir 70% ditempatkan dalam deposito bank. Selebihnya, diinvestasikan dalam bentuk obligasi valas. Kondisi itu, antara lain disebabkan oleh minimnya pilihan produk investasi berdenominasi dolar.

Akibatnya, dana kelolaan reksa dana denominasi dolar AS di industri manajer investasi hanya mencapai total US$810,07 juta atau sekitar Rp10,77 triliun dengan acuan kurs Rp13.300/US$. Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan dengan dana kelolaan reksa dana rupiah yang tercatat Rp313,78 triliun hingga akhir Oktober 2016. “Di Mandiri Investasi, dana kelolaan berdenominasi dolar AS diestimasi sebesar Rp500 miliar-600 miliar dari total dana kelolaan reksa dana yang mencapai Rp30,09 triliun,” imbuhnya.

Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi optimistis produk reksa dana Mandiri Global Sharia Equity Dolar akan membuka akses diversifikasi aset nasabah Citigold di pasar saham global. “Kami harap reksa dana ini bisa menjadi alternatif investasi yang menguntungkan nasabah dan mendukung investasi syariah di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Head of Retail Bank Citi Indonesia Harsya Prasetyo menambahkan penunjukan Citi sebagai agen penjual pertama reksa dana syariah global dari Mandiri Investasi ini akan memperpanjang rekam jejak Citi dalam menyediakan layanan Reksa Dana syariah di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan inisiatif para pelaku industri reksa dana yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan ‎(OJK) untuk meningkatkan adopsi produk-produk berbasis syariah. “Kita senantiasa berperan serta dalam mendukung perkembangan pasar modal bagi produk-produk pelopor reksa dana berbasis syariah,” ujarnya.

Prasetyo mengatakan nasabah Citi sangat tertarik dengan produk-produk investasi berbasis syariah. Pada tahun ini saja, dana kelolaan global syariah fund Citi Indonesia meningkat 71%. “Kita punya nasabah yang memiliki dana dalam dolar AS. Kebanyakan memang pegang deposito. Bagi yang profil risikonya tinggi, cocok untuk masuk equity global fund,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top