Kemenag Gresik Gelar Pembinaan untuk Penghulu dengan Kajian Kitab Kuning

gomuslim.co.id- Sebagai bentuk upaya peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk prpfesi Penghulu, Bimas Islam menggelar pembinaan Kitab Kuning yang terkait pelaksanaan Nikah dan rujuk. Acara ini diikuti peserta sebanyak 40 orang terdiri Kepala KUA dan Penghulu yang berlangsung di Aula Kemenag Gresik.

Disebut Kitab Kuning karena dulunya kitab-kitab tersebut dicetak pada kertas berwarna kuning. Baik cetakan dalam negeri atau cetakan luar negeri (Beirut). Walaupun saat ini sebagian besar sudah dicetak pada kertasa berwarna putih, namun nama kitab kuning tetap dipakai, dan lebih popular daripada sebutan lain. Bahkan kitab versi digital pun tetap disebut kitab kuning. Istilah lain dari Kitab Kuning adalah kitab gundul atau kitab klasik. Di negara Arab, kitab kuning disebut dengan Kitab Turats (Turos).

Pada perkembangannya, kitab kuning tidak hanya terbatas pada kitab-kitab yang ditulis oleh ulama klasik yang hidup di abad pertengahan, tapi juga mencakup pada kitab-kitab yang ditulis oleh ulama kontemporer yang meliputi bidang studi keislaman (Islamic Studies).

Ketua Panitia H. Zaini menyampaikan bahwa kewajiban mencari ilmu harus terus berkelanjutan, seperti hari ini, Kamis (01/12), penghulu di masyarakat di pandang sebagai tokoh walaupun penghulu bukan seorang kiai, oleh karena itu penghulu harus bisa berbahasa arab, minimal bisa mengucapkan mahar dalam bahasa arab dengan benar.

Munir Kepala Subag Tata Usaha yang membuka secara resmi acara tersebut mengajah ASN untuk lebih mengedepankan janji dengan lima Budaya Kerja yakni Integriras, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan. Untuk itu Kasubag terus mengajak kepada semua ASN Kemenag Gresik untuk terus meningkatkan Kedisiplinan, kemampuan, asah-asih dan peningkatan profesionalisme.

Dilansir dari muslimmedianews tugas pokok penghulu adalah melakukan perencanaan kegiatan kepenghuluan, pengawasan pencatatan nikah atau rujuk, pelaksanaan pelayanan nikah atau rujuk, penasihatan dan konsultasi nikah atau rujuk, pemantaunan pelanggaran ketentuan nikah/rujuk, pelayanan fatwa hukum munakahat, dan bimbingan muamalah, pembinaan keluarga sakinah, serta pemantauan dan evaluasi kegiatan kepenghuluan dan pengembangan kepenghuluan. (nat/dbs)


Back to Top