Suarakan Toleransi dan Perdamaian, Tokoh Muslim Irlandia Ingin Pendidikan Agama Hadir di Sekolah

gomuslim.co.id- Pesan perdamaian terus disuarakan oleh kalangan Muslim dunia. Berbagai upaya dilakukan untuk merealisasikan harapan bersama tersebut. Salah satunya dengan memulai dari institusi pendidikan atau sekolah bagi anak-anak. Baru-baru ini, Dewan Muslim Irlandia untuk Perdamaian dan Integrasi (IMPIC) meminta pemerintah Irlandia untuk mengeluarkan kebijakan yang membolehkan pendidikan agama di sekolah.

Ketua IMPIC, Syekh Umar Al-Qadri mengatakan wacana kebijakan tersebut sebagai kurikulum yang memberikan ruang pendidikan agama di sekolah-sekolah. Hal ini diyakini akan memberikan pemahaman yang baik kepada para murid. Di antaranya, mengikis paham radikalisme lantaran mereka menjadi sadar, esensi agama adalah kedamaian.

“Saya tidak tahu apa yang ada di benak mereka yang menolak usulan ini. Saya hanya ingin perdamaian itu tidak hanya disuarakan melalui kata dan harapan, tetapi juga harus dimulai dengan pendidikan sedini mungkin,” ujarnya sebagaimana dilansir Irish Independent, belum lama ini.

Lebih lanjut, Syekh Umar Al-Qadri menekankan integrasi antara komunitas Muslim Irlandia dengan masyarakat setempat sangat penting. Melalui pendidikan agama, Umar menginginkan agar nantinya para murid dikenalkan dengan kunjungan ke rumah-rumah ibadah yang beragam.

Misalnya, jelas dia, murid Islam menyambangi gereja atau kuil, sedangkan murid non-Muslim bertamu ke masjid. Di sisi lain, sekolah-sekolah negeri pun dapat mengundang para imam, rabi, atau pendeta untuk tampil ke hadapan murid di kelas. Mereka dapat menjelaskan tentang keyakinan agama masing-masing supaya anak-anak paham.

Selain itu, dia ingin agar sejak dini, anak-anak Muslim dapat berkomunikasi sewajarnya dengan anak-anak dari iman yang berlainan. Bila hal itu tidak dipupuk di pendidikan dasar, maka ke depannya peluang radikalisme masuk akan terjadi. “Pendidikan untuk menerima keberagaman harus dilakukan sejak mereka masih anak-anak,” katanya.

Umar mengungkapkan, para orang tua Muslim juga merasa khawatir bila anak-anak mereka tidak diajarkan Islam di sekolah-sekolah negeri. “Kalau ini tidak dilakukan, akan mengisolasi mereka (dari agama Islam sendiri) dari kecil,” ungkapnya.

Dalam kesempatan lain, terkait dengan perdamaian, Presiden Irlandia Michael D Higgins memuji peran Pusat Kebudayaan Islam (ICCI) Irlandia mempromosikan Islam agama damai. “Masyarakat Islam telah memainkan peran penting mereka dalam kehidupan modern Irlandia,” katanya sebagaimana dikutip irishtimes, beberapa waktu lalu.

Pusat Kebudayaan Islam Irlandia merayakan hari jadinya ke-20. Semenjak berdiri, Pusat Kebudayaan Islam Irlandia membantu komunitas Muslim berintegrasi dengan masyarakat Irlandia. Karena itu, secara khusus Higgins berterima kasih kepada komunitas Muslim karena telah memainkan peranannya selama dua dekade terakhir.

“Komunitas itu adalah salah satu multidimensi yang terdiri dari warga Pakistan, Nigeria, Malaysia, Aljazair, Libya, Somalia, Afrika Selatan, Suriah dan Irak, yang masing-masing membawa kebiasaan unik, budaya, bahasa dan tradisi keluaga,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, populasi Muslim Irlandia saat ini telah tumbuh secara signifikan dalam 20 tahun terakhir. Diperkirakan jumlah populasi Muslim mencapai 65.000 jiwa. Higgins mengungkapkan, Irlandia dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi masyarakat yang multietnik dan agama yang telah memilih Irish sebagai warga negara dan rumah mereka.

ICCI sendiri menjadi simbol penting bagi integrasi dan aktivitas inklusif Muslim Irlandia. Bagi komunitas Muslim, peran ICCI inilah mampu memberi kontribusi penting integrasi tersebut.

“Saya berharap ICCI sebagai simbol persaudaraan Muslim Irish dan simbol integrasi inklusif Muslim Irlandia. Saya senang keberadaan Islamic Center ini,” ujarnya.

Menurutnya, ICCI memiliki peran penting menjaga hubungan masyarakat yang positif, menanamkan rasa hormat dari kelompok-kelompok keagamaan yang berbeda, dan kehidupan beragama yang moderat.

“Multietnik dan agama ini menjadi struktur warga Irlandia baru, membentuk dan menyusun masa depan bersama,” imbuhnya. (njs/dbs/foto ilustrasi: jurnal muslim) 


Back to Top