Begini Strategi Kementrian Pariwisata Menangkan Indonesia di Ajang WHTA 2016

gomuslim.co.id– Batas waktu pemilihan atau voting untuk para wakil Indonesia yang sedang berjuang di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 memang sudah berakhir. Namun, pengumuman juara untuk ajang ini belum resmi diumumkan dan Indonesia berepluang sangat besar untuk memenangkan banyak kategori diajang tersebut.

Indonesia sendiri sangat optimistis untuk jadi juara di ajang WHTA 2016 di Dubai. Hal tersebut dikatakan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam siaran persnya bahwa dia dan tim tetap optimis dan mengaku memiliki strategi matang demi meraih penghargaan tersebut.

“Strateginya kita membenahi dari semuanya, dari pemasaran hingga logo pariwisata halal. Dari sisi keindahan dan kelengkapan, Indonesia paling bagus. SDM pun sudah dibenahi besar-besaran, kemudian dari sisi bahasa juga sudah di-training,” kata Menpar Arief Yahya. 

Dengan melihat putaran pertama, Arief Yahya melihat posisi Indonesia sangat bagus. Sebanyak 12 penghargaan yang diikuti Indonesia memiliki peluang emas. “Berdasarkan data dari Alexa (Situs yang biasa digunakan untuk melihat data analitik suatu website) hampir 70 persen voters dari Indonesia. Jadi most likely kita menang, namun masih ada catatan buat Indonesia karena harus divalidasi. Apalagi banyak yang double email account sehingga membuat IP address-nya juga double,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya, Menpar menargetkan perolehan juara nominasi harus melebihi tahun 2015. “Dari 12, ada empat yang kita unggulkan yakni destinasi halal, culture, destinasi honeymoon, dan dari sisi hotel atau penginapan. Tapi, 12 penghargaan harus direbut, kalau enggak kesampaian awas aja,” katanya.

WHTA Bukanlah Akhir

Sementara itu, beberapa hari lalu Menteri Pariwisata Arief Yahya juga berujar bahwa sektor pariwisata dijadikan sebagai cikal bakal backbone ekonomi bangsa. Hal itu diutarakan pada ajang Rapimnas KADIN 2016 di Hotel Borobudur. Pariwisata juga merupakan sektor yang ditempatkan sebagai prioritas pembangunan nasional selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime dan diprediksi bakal menjadi centrum dan tulang punggung perekonomian Indonesia. Pariwisata itu masa depan Indonesia.

“Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk diketahui, jika berkaca dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), pariwisata sudah menyumbangkan 10% PDB nasional yang merupakan prosentase tertinggi di ASEAN. Sementara angka pertumbuhan PDB pariwisata nasional juga lumayan tinggi.

Saat ini, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan trend naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. Sementara itu, Devisa pariwisata juga tak main-main, karena angkanya menembus USD 1 juta dan menghasilkan nilai PDB hingga USD 1,7 juta atau 170%. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya.

“Jadi kalau selama ini orang mengkategorikan industri itu menjadi migas dan non migas, maka kelak industri itu akan menjadi pariwisata dan non pariwisata,” sambung Menpar.

Jika melihat dari statistik tersebut, ajang WHTA bukan sebuah akhir. Karena masih ada tugas berat yang menanti di depan untuk kemajuan industri pariwisata nasional. (ari/dbs)

 


Back to Top