Ini Tantangan yang Dihadapi Muslim di Australia

gomuslim.co.id- Australia memiliki sejarah peradaban umat muslim yang panjang dan bervariasi, diperkirakan masuknya Islam sudah hadir sebelum pemukiman Eropa. Beberapa pengunjung awal Australia adalah Muslim dari Indonesia Timur. Mereka membangun hubungan dengan daratan Australia sejak abad ke 16 dan 17. Kini pertumbuhan muslim di Australia semakin pesat dan berkembang, namun tidak dipungkiri seiring berkembangnya Islam terdapat tantangan yang harus diselesaikan bersama.

Seperti diungkapkan oleh Nadirsyah Hosen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Australia, bahwa tantangan yang dihadapi Muslim Australia adalah masalah ego. Menurut Hosen, banyak dari kelompok Muslim dari berbagai negara berkeinginan membangun masjid untuk kalangan sendiri. Juga tak jarang, kelompok Muslim yang kebanyakan imigran ini justru mendatangkan dai dari negara asal.

"Perlu ada strategi dakwah berbeda, pendekatan tidak bisa sama," ujar Hosen. 

Hosen mengatakan bahwa di Australia sulit untuk membangun masjid. Alasanya seperti keharusan memiliki tempat parkir dan kebisingan. "Kesulitan membangun masjid terjadi juga karena kegagalan umat Islam menyiapkan perencanaan pembangunan masjid," ujar Hosen.

Selain itu, tantangan lainnya adalah di aspek sertifikat halal terutama tentang sulitnya mendapatkan makanan halal. Menurut Hosen, permasalahan ini dikarenakan banyak rumah potong yang ingin menghasilkan daging halal hanya dengan mempekerjakan orang Islam tanpa pemahamanan potong sesuai syariat Islam.

Meski begitu, ia mengaku cukup senang melihat perkembangan umat Islam di Australia saat ini, terutama kerjasama antar kelompok-kelompok Islam yang ada. Salah satunya, Darulfatwa Australia pimpinan Salim Alwan Al Husainiyy, yang akan mengundang KH Hasyim Muzadi untuk berdakwah 10 Desember 2016.

"InsyaAllah 10 Desember mau undang KH Hasyim Muzadi," kata Hosen.

Islam merupakan agama paling cepat pertumbuhannya dalam lima tahun belakangan di Australia, dengan peningkatan 39,9 persen dari 2006 ke 2011. Namun jumlah penduduk Muslim masih berkisar 500.000 jiwa alias hanya 2,2 persen dari total populasi Negeri Kanguru.

Fakta tersebut terungkap dalam laporan International Centre for Muslim and non-Muslim Understanding (MnM) pada University of South Australia, mengutip hasil sensus penduduk 2011. Dari sekitar 500.000 warga Muslim di Australia, persentase jumlah pemilih terbesar terdapat di daerah pemilihan Broadmeadeows di pinggiran Kota Melbourne. Di dapil ini 31,3 persen pemilih merupakan warga Muslim.

Dari data daerah pemilihan selain Broadmeadows juga terdapat dua dapil di negara bagian New South Wales yaitu Bankstown dengan 26,7 persen pemilih Muslim dan Auburn yang memiliki 25,6 persen pemilih Muslim. Dijelaskan, dengan populasi Muslim terbesar dunia berada persis di dekat Australia yaitu di Indonesia, maka sangat penting bagi masyarakat Australia untuk memahami Islam. 

Saat ini ada sekitar 2,2 persen populasi Australian adalah Muslim, menurut Sensus 2011. Menurut perkiraan, jumlah mereka akan berkisar 1,5 juta jiwa dalam 30 tahun mendatang. (nat/dbs)


Back to Top