Agar Bantuan Rumah Amal Tepat Sasaran, ATM Beras Jadi Solusi Jitu Masjid Salman ITB

gomuslim.co.id- Sebuah inovasi terbaru dari Rumah Amal Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka membuat mesin ATM Beras, mesin ATM ini didesain untuk mengeluarkan beras sebagai bahan makanan pokok yang diperuntukan bagi kaum dhuafa yang menerima bantuan sembako dari Rumah Amal Salman.

Kini bantuan beras tak lagi disalurkan secara konvensional dipacking menggunakan plastik, sekarang beras yang diberikan dapat diambil di ATM. Benda bernama ATM Beras ini memiliki ukuran 150 x 50 berbentuk kotak mirip dengan mesin ATM biasa.

Manajer Penelitian dan Pengembangan Rumah Amal Salman ITB Romi Hadriyansyah mengatakan ATM ini memang diinovasikan khusus untuk pembagian beras kepada mustahik yang terdaftar di Rumah Amal Salman. Dengan mesin, maka penyaluran sumbangan dari para donatur lebih mudah, efisien, dan tepat sasaran.

"Rumah Amal Masjid Salman ITB memiliki kegiatan rutin bernama Amal Sembako. Tapi sebelumnya sembako diberikan secara konvensional dipacking pakai kardus. Cara ini tidak efisien," kata Romi. 

Cara konvensional ini mengharuskan ada administrasi, sembako yang dikemas oleh pihaknya. Belum lagi ruangan yang semakin penuh saat akan dibagikan. Kebutuhan alternatif penyaluran sembako ini menjadi ebih efisien sejalan dengan inovasi kreatif nan cemerlang dari salah satu alumni pengurus Rumah Amal Masjid Salman ITB bernama Budiaji.

Adapun, ATM Beras ini resmi dioperasikan mulai 20 November lalu. Dengan cara ini mustahik tidak perlu menunggu jadwal pembagian Amal Sembako mengantri bersama penerima lainnya.

"Dari segi kemanfaatan ada dua yang memudahkan. Pertama segi sumber daya dalam pembagian tidak ada agi pengepackan secara tradisional. Kedua dari sisi administrasi semua pendokumentasi terekap secara digital," ucap Budiaji.

ATM Beras ini adalah perangkat yang bisa mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis. Cara kerjanya ialah beras keluar dengan cara menempelkan kartu RFID (Radio Frequency Identification) atau kartu elektronik lainnya di bagian tertentu berbentuk card reader pada perangkat tersebut.

Selain itu, ATM Beras ini dilengkap dengan perangkat elektronik yakni modem hybriduntuk network GSM/satelit untuk daerah terpencil, serta sistem kontrol dan pemantauan berbasis M2M (machine to machine) atau IoT (Internet of Things).

Secara global keberadaan ATM Beras juga sejalan dengan semangat dan salah satu tujuan dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGS) yakni mengentaskan kelaparan warga tidak mampu.

Untuk saat ini ada 49 warga di sekitar Masjid Salman ITB yang bisa mengambil beras dari ATM Beras tersebut.

Mekanisme penarikan beras dari mesin tersebut diatur berdasarkan jenis kartu yang dimiliki warga yakni bagi warga yang memiliki kartu kategori A bisa mengambil beras pada hari Selasa dan Jumat, bagi warga pemilik kartu kategori B mengambil beras pada hari Rabu dan Sabtu dan warga pemilik kartu kategori C bisa mengambil beras pada hari Kamis dan Minggu. Satu kali transaksi warga bisa menarik beras dari ATM Beras ini sebanyak 1,65 kg atau sekitar dua liter.

Rencana ke depannya, ATM Beras ini akan disebar ke beberapa masjid yang ada di Kota Bandung. Hingga saat  sudah banyak lembaga zakat sampai Pemkot Bandung yang berminat dengan ATM beras. Namun untuk mengembangkannya perlu melibatkan instansi lainnya. Harapannya tahun depan bisa ada 100 unit ATM Beras di Kota Bandung, dengan konsep ATM diharapkan penerimanya pun dinilai bisa tepat sasaran. (nat/dbs)

 

 


Back to Top