Incar Industri Makanan Halal, Pakistan Siap Tingkatkan Ekspor

gomuslim.co.id- Industri makanan halal kini sedang mendunia. Beberapa negara saat ini tengah mengincar sektor makanan halal di tengah pasar Muslim yang potensial. Salah satu negara yang turut melirik pasar produk halal ini adalah Pakistan. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya bergama Islam, Pakistan juga ingin konsen di bidang industri produk halal.

Baru-baru ini, pemerintah Pakistan melalui Kementerian Ketahanan Pangan Nasional memberikan perhatian khusus terhadap sektor industri makanan halal. Adanya potensi yang cukup besar menjadi salah satu alasan negara tersebut dalam melirik industri yang tengan menjadi tren itu.

Sekretaris Kementerian Ketahanan Pangan Nasional Pakistan Muhammad Abid Javed mengatakan, pemerintah akan melakukan perbaikan di sektor ini untuk meningkatkan nilai ekspor nasional. Demikian disampaikan Javed dalam acara Kamar Dagang dan Industri (LCCI) Lahore belum lama ini.

Lebih lanjut, Javed menjelaskan Rice Research Institute telah bekerja untuk memperkenalkan varietas baru untuk meningkatkan ekspor beras. “Kami ingin meningkatkan perekonomian melalui pemanfaatan industri makanan halal. Terlebih selama ini ekspor dari negara Pakistan cukup baik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden LCCI Abdul Basit mengatakan meskipun sebagai negara agrasris, namun Pakistan tidak pernah menuai manfaat potensial dari perdagangan beras.

“Ini adalah masalah keprihatinan selama tahun fiskal 2015-2016. Kinerja sektor pertanian secara keseluruhan memprihatinkan,” katanya sebagaimana diansir dari publikasi tribune.com.pk, Jumat (2/12).

Abdul Basit mengungkapkan terdapat permintaan yang tinggi untuk beras basmati Pakistan di pasar secara keseluruhan. Pakistan juga telah menghentikan impor tomat dari India karena negara memiliki produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan domestik. “Permintaan ekspor dari Pakistan saat ini tengah meningkat,” ungkapnya.

Menurut catatan, pertumbuhan sektor pertanian negatif 0,19 persen menjadi 2,53 persen dibandingkan ekspansi tahun sebelumnya. Pertumbuhan produksi tanaman turun 6,25 persen, sedangkan sub-komponen lain dari industri pertanian seperti peternakan, kehutanan dan perikanan membukukan pertumbuhan positif masing-masing 3,63 persen, 8,84 persen dan 3,25 persen.

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi petani lokal dan pengusaha asosiasi makanan untuk melakukan pembaruan sistem dari produk mereka. Lembaga Penelitian harus bekerja di bawah kontrol pelayanan ketahanan pangan. Sehingga mereka memiliki tanggung jawab untuk menyoroti manfaat serta mengadopsi cara-cara baru untuk meningkatkan hasil pertanian.

Beberapa waktu lalu, 10 perusahaan Pakistan berpartisipasi dalam pameran Foodex Saudi yang diselenggarakan oleh Reed Sunaidi Exhibition di Jeddah. Pavilion Pakistan di pameran diresmikan oleh Pangeran Fahd Bin Muqran Bin Abdul Aziz Al-Saud.

Konsuler komersial Pakistan Konsulat Jeddah, Shehzad Ahmad Khan mengatakan Pakistan berpartisipasi dalam pameran berkolaborasi dengan Trade Development Authority of Pakistan (TDAP) untuk perdagangan bilateral antara Pakistan dan Arab Saudi.

Menurutnya, Arab Saudi merupakan produsen makanan terbesar di kawasan ini dengan 74,1 persen dari total produk di Gulf Cooperation Council (GCC ) atau Dewan Kerja Sama Teluk. Nilai impornya lebih dari 25 miliar dolar AS produk makanan dan minuman setiap tahun untuk memenuhi permintaan konsumsi. Industri makanan halal ini tumbuh sebesar 18,5 persen setiap tahunnya.

“Dengan adanya peningkatan jumlah muslim yang mengunjungi Arab Saudi untuk beribadah, peluang makanan dan minum impor Arab Saudi cenderung mencapai sekitar 70 miliar dolar AS per tahun dalam empat sampai lima tahun,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi saudigazette.

Peristiwa tersebut, kata dia, menawarkan kesempatan besar bagi perusahaan Pakistan untuk terus melakukan penetrasi pasar Saudi dan meningkatkan pangsa pasar mereka. “Namun, mengingat fakta bahwa Pakistan adalah negara agraris dan lebih dari 50 persen ekspor adalah agro dan tekstil, maka memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor dengan menekan pasar makanan halal dari Arab Saudi,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top