Hasil Penelitian Indeks Literasi Alquran Nasional Siswa SMA Berada di Posisi Sedang

gomuslim.co.id- Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, hal demikian tidak berarti seluruh umat Islam dapat membaca Alquran dengan baik dan benar. Termasuk di dalamnya siswa yang duduk di bangku sekolah menengah yang posisinya sebagai kalangan terpelajar. Menurut hasil penelitian baru-baru ini, indeks literasi Alquran siswa secara nasional masih berada dalam kondisi sedang.

Hal ini menunjukan bahwa kemampuan membaca Alquran siswa SMA baru sampai tahap pengenalan huruf Alquran beserta beberapa prinsip tajwid dasar. Demikian salah satu kesimpulan umum dalam Seminar “Hasil Penelitian Indeks Literasi Alquran Nasional” di Hotel Millenium Jakarta pada 1 sampai 2 Desember 2016.

Penelitian tersebut dilakukan pada bulan Juli sampai September 2016 lalu di 68 kabupaten dan kota yang tersebar di 35 provinsi. Dengan metode bertahap (multistage random sampling), penelitian dilakukan terhadap 3.710.069 siswa SMA negeri dan swasta dari total populasi siswa SMA sekitar 7 juta siswa di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Litbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Choirul Fuad Yusuf menjelaskan Alquran diajarkan pada berbagai jenjang, baik pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Namun, hingga saat ini, belum pernah dilakukan pengukuran sejauh mana tingkat efektivitas pendidikan Alquran.

“Pada tahun 2016 ini, kami mencoba mengevaluasi secara komprehensif melalui berbagai aspek kemampuan pendidikan Alquran pada jenjang SMA. Penelitian ini untuk mengukur tingkat pendidikan bacaan Alquran di Indonesia,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam seminar tersebut

Adapun,  mengenai penelitian literasi Alquran ini meliputi aspek membaca, menulis, mengartikan, dan menghafal. Dari skala 1 sampai 5, indeks literasi Alquran siswa SMA secara nasional berada dalam kondisi sedang dengan indeks 2,44.

Menurut hasil penelitian tersebut, indeks literasi Alquran dari aspek membaca masih berada dalam kategori sedang (2,59) dan aspek menulis dalam kategori sedang (2,2). Sementara aspek mengartikan bacaan Alquran berada dalam kategori rendah (1,87) dan aspek menghafal dalam kategori tinggi (3,03).

Choirul menuturkan, Alquran berperan strategis dalam kehidupan masyarakat. Alquran memiliki fungsi huda sebagai pembimbing, petunjuk, dan memberikan orientasi hidup atau way of life. Juga punya fungsi Alfurqan atau sistem norma yang menitikberatkan pada aturan dan penataan masyarakat.

“Untuk kondisi masyarakat sekarang, Alquran sangat penting sekali. Apalagi, jika dikontekskan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya Indonesia. Tingginya tingkat kriminalitas dan penyimpangan sosial dapat diminimalisir dengan pendidikan Alquran yang baik kepada anak-anak,” tuturnya.

Untuk itu, Choirul berharap semakin banyak kalangan pendidik yang peduli terhadap pendidikan Alquran untuk anak-anak di Indonesia. Menurutnya saat ini sudah banyak metode yang cepat dan mudah untuk belajar Alquran.

“Membaca Alquran itu mudah bagi mereka yang serius belajar. Sudah banyak metode yang ada. Untuk itu, mari ajak semua umat Islam supaya gemar mengaji, mengkaji dan mengamalkan Alquran,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top