AccorHotels Siap Bidik Jemaah Indonesia di Arab Saudi

gomuslim.co.id- Kesempatan ekspansi hotel berbintang di Tanah Arab telah menjadi daya tarik utama bagi operator hotel internasional. Salah satunya AccorHotels yang telah mengoperasikan 17 hotel dan tengah membangun 35 hotel baru di Arab Saudi.

Salah satu hal yang menghambat perekonomian Eropa juga mempengaruhi AccorHotels untuk mengejar market di luar Benua Biru itu. Timur Tengah menjadi pasar yang empuk, khususnya Arab Saudi dengan puluhan juta orang berziarah ke Makkah dan Madina setiap tahunnya.

Resesi ekonomi juga menjadi salah satu penghambat perekonomian Eropa, dampaknya mempengaruhi AccorHotels untuk mengejar market di luar Benua Biru itu. Timur Tengah menjadi pasar yang empuk, khususnya Arab Saudi dengan puluhan juta orang berziarah ke Makkah dan Madina setiap tahunnya.

Faktor lainnya adalah adanya kebutuhan pelayanan hotel yang lebih baik. Menurut Vice President Operations AccorHotels Kingdom of Saudi Arabia & Egypt, Salah Oumudden, dahulu operator hotel menganggap tamunya hanya sebagai peziarah (pilgrim) yang datang untuk melakukan ibadah haji atau umrah, sehingga hotel-hotel itu tidak terlalu peduli terhadap servis, seperti bagaimana kamar tidur dan makanannya. 

“Maka itu, pemerintah mendorong pemilik hotel untuk menggandeng operator internasional demi menghadirkan servis yang baik kepada tamu. Kami, AccorHotels, menganggap peziarah sebagai tamu yang perlu dilayani secara baik demi meningkatkan experience,” ungkap Salah.

Salah mengakui pada masa awal AccorHotels hadir di Arab Saudi, khususnya di Kota Suci Makkah lewat Pullman Zamzam Makkah, pihaknya perlu usaha ekstra untuk meningkatkan level pelayanan.

Namun, seiring berjalannya waktu, AccorHotels menjadi operator yang kerap dilirik oleh investor Arab, serta mampu bersaing dengan jaringan hotel internasional lainnya seperti Hyatt, Hilton, dan Starwood.

“Kami tidak bilang kami itu sempurna. Tapi, kami mengalami progres yang meningkat dari tahun ke tahun. Kami harap, langkah kami diikuti oleh kompetitor, dan itu hal yang baik menurut kami,” terang Salah.

Selain itu, hal yang tak kalah penting, investor Arab Saudi berkantong tebal, sehingga tidak pernah bermasalah dengan arus permodalan. AccorHotels hanya menjalankan perannya sebagai operator hotel.

Di sisi lain operator hotel di Asia Pasifik, AccorHotel juga mengincar wisatawan Indonesia sebagai pasar hotel-hotel mereka yang berada di Arab Saudi. Pasalnya, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia terus berkembang di Arab Saudi khususnya Mekkah dan Madinah. Bagi AccorHotels, pasar Indonesia sangat strategis, dan Indonesia adalah salah satu negara Muslim terbesar di dunia. Kedua, (turis) Indonesia itu ingin semua jenis hotel mulai dari budget sampai luxury hotel.

Pasar jemaah haji asal Indonesia di Mekkah dan Madinah mencapai sekitar 20 persen dari total jemaah seluruh dunia yang berkunjung setiap tahunnya.

Salah mengatakan AccorHotels memiliki aneka merek hotel yang sesuai dengan kapasitas daya beli jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Adapun merek hotel yang dioperasikan oleh AccorHotels seperti Mercure, Grand Mercure, Novotel, Pullman, dan Fairmont.

Pada acara table top di Jakarta, Salah hadir bersama General Manager Hotel Pullman Zamzam  Madinah, Ashraf Madkour dan General Manager Pullman Zamzam Makkah, Hamid Sidine serta perwakilan Grand Mercure Madinah dan AccorHotels Saudi Arabia. Mereka bertemu dengan sekitar 30 perwakilan travel agent Indonesia terkemuka yang biasa membawa jemaah haji atau umroh.

"Kami tak bekerja sama dengan operator mana pun pada awalnya, karena tak memiliki waktu yang banyak setelah opening. Sekarang hotel Pullman Zamzam Madinah sudah buka, kami mulai kerja sama dengan travel agent Indonesia," ujarnya.

Merek terbaru di bawah jaringan AccorHotels di Madinah adalah Pullman Zamzam Madinah yang baru dibuka pada Februari tahun ini. Tahun ini akan menyusul merek Ibis Style di Mekkah pada pertengahan Desember 2016.

Salah meyakini  bahwa bisnis haji adalah sustainability business, alias bisnis yang selalu basah setiap tahunnya. Bahkan, terlepas dari bencana yang terjadi di Makkah pada musim haji tahun lalu, tetap saja orang tidak akan berhenti untuk menjalankan ibadah haji maupun umrah.

“Kota Suci Makkah dan Madina itu memberlakukan sistem buka-tutup atau kuota. Ketika okupansi turun, Kerajaan bisa saja menaikkan jumlah kuota visa, dan otomatis okupansi akan meningkat,” jelasnya.

Selain Makkah dan Madina, AccorHotels memiliki hotel yang tersebar di kota lain, seperti Riyadh, Jeddah, Khobar, Yanbu, dan Jizan. Rata-rata okupansinya antara lain 70% di Riyadh, 80% Jeddah, 80% Makkah, dan 69%-70% di Madina.

“Okupansi di Arab Saudi sangatlah tinggi di setiap kota. Di luar kota suci, tamu kami datang untuk keperluan bisnis maupun liburan,” tutup pria asal Maroko ini. (nat/dbs)

 

 


Back to Top