Begini Keseruan Talkshow 'Beauty In Syar'i' Bersama Gerakan Menutup Aurat

gomuslim.co.id- Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar melalui Gerakan Menutup Aurat (Gemar) menggelar sebuah acara yang menarik untuk para muslimah. Acara yang bertajuk Beauty in Syar'i: "Karena bidadari dunia tidak lagi bersayap, tapi berhijab" ini berlangsung pada Minggu, (04/12). 

Acara yang digelar di Aula SMP Al Azhar Pusat, Jakarta ini menghadirkan serangkaian kegiatan seperti talkshow bersama dua narasumber yakni public figur Peggy Melati Sukma serta Ustadzah Siti Maryam. Selain talkshow, terdapat pula kegiatan lainnya seperti tutorial menggunakan hijab syar'i dan parade busana syar'i.

Sementara itu, kegiatan ini berhasil menjaring  200 orang peserta yang berasal dari internal Al Azhar dan dari luar yang memiliki domisili dari kawasan Jabodetabek. Sedangkan untuk target sendiri, panitia menargetkan jumlah peserta yang mencapai 300 orang dengan minimal 50 persennya hadir di acara ini. Hal ini dikarenakan kegiatan beauty in Syar'i merupakan event pertama dari mereka, serta kapasitas lokasi yang kurang besar, sehingga 200 peserta yang hadir pada hari ini dianggap sudah cukup baik.

Pada kegiatan ini juga terdapat 13 stand yang ikut berpartisipasi dalam mensukseskan event ini. Sementara untuk jenisnya, berasal dari produk makanan halal, kosmetik halal, serta pakaian syar'i.

Para peserta yang hadir juga mendapatkan sebuah hijab syar'i dari panitia sehingga mereka akan dengan mudah mengenakannya setelah acara ini. Pada acara ini juga akan ada tutorial menggunakan hijab syar'i yang dipandu oleh YISC Al Azhar.

Ina Rizky Nurani, Ketua Pelaksana dari Acara ini mengungkapkan bahwa menutup aurat adalah sebuah keharusan bagi kaum muslimah.

"Pesan yang ingin disampaikan pada acara hari ini adalah bahwa dengan berhijab bukan menjadi paradigma negatif atau kekolotan, namun karrna berhijab ini merupakan cara kami untuk mengabdi kepada Allah SWT," ujarnya.

Sedangkan ketua YISC Al Azhar, M Reza pada sambutannya mengungkapkan bahwa berhijab membawa simbol yang universal, karena hijab manfaatnya tidak hanya untuk umat islam. Hijab juga diidentikan dari dua hal yakni kesucian dan simbol orang-orang yang dekat dengan tuhannya.

"Kalau kita sudah berhijab, kita syiarkan nilai-nilai hijab ini kepada rekan-rekan kita bukan hanya untuk umat muslim tapi umat non muslim yang ada di luar sana, karena dengan berhijab, mereka bisa terbebas dari standar nafsyu nya para pria," ujar Reza.

Pada kegiatan talkshow pertama, pembicara mengupas tentang kaidah dan hukum menggunakan hijab syar'i bersama ustadzah Maryam Umar. Ia menuturkan, aurat adalah anggota badan yang wajib dijaga dan ditutup dari pandangan sesrorang yang tidak boleh melihatnya.

Sementara aurat Muslimah itu ada dua yakni ketika sedang beribadah dan di luar ibadah. Ketika Sholat, yg menjadi aurat itu adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Sementara ketika ketika ihram, para muslimah tidak boleh menggunakan cadar dan sarung tangan.

Sementara ketika sedang tidak ibadah, aurat sesama muslimah adalah antara pusar dan lutut, serta dada. Sementara ketika tidak sedang bersama muslimah (perempuan yang tidak seiman) aurat muslimah tersebut sama seperti di depan laki-laki.

Ia juga menyarankan kepada para muslimah, dalam berpakaian amannya adalah dibawah lutut. Sementara berbicara mengenai Hijab, Ustadzah Mariam berujar, perrmouan lebih aman berada di dalam rumah, karena rumah adalah salah satu hijabnya perempuan.

"Definisi hijab adalah kita menutup aurat dengan penutup atau kerudung," ujar Ustadzah Mariam.

Sementara pada talkshow berikutnya, hadir seorang inspirator Hijrah yakni Peggy Melati Sukma yang menyuarakan sebuah gerakan untuk menutup aurat bagi para muslimah.

Peggy mengatakan, perempuan memiliki karakteristik tubuh yang berbeda dan ini merupakan sebuah kemuliaan yang harus dilindungi dan ditutupi. Allah sendiri yang langsung memerintahkan untuk menutup aurat pada wanita serta menggunakan penutup yang longgar dan tidak ketat.

Peggy juga mengucapkan, menggunakan hijab dan menutup aurat sejatinya tidak 'ribet' dan tergantung dari pribadi sendiri. "Sejatinya, muslimah itu diminta menutup auratnya demi kebaikan perkembangan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini," tukas Peggy.

Selain dua talkshow tadi terdapat pula kegiatan make up tutorial yang dipersembahkan oleh Wardah. (ari)                                                                                       

 


Back to Top