Begini Cara Dakwah Ala Anandito Dwis dan Hamas Syahid

gomuslim.co.id- Mencari sahabat lebih sulit dari mencari teman, apalagi sahabat yang se-visi dan misi di jalan Allah. Begitulah ungkapan yang dapat digambarkan dari kedua sahabat muda yang tengah digandrumi anak muda saat ini.

Anandito Dwis dan Hamas Syahid Izzudin, dua pemuda inspiratif yang berkarya di bidang profesi yang berbeda namun satu tujuan, yakni berdakwah.

Lagu yang berjudul Pernikahan Impian menjadi salah satu single Anandito di dunia tarik suara yang bernafaskan Islam kini tengah naik daun, sementara itu aktor film Ketika Mas Gagah Pergi Hamas Syahid Izzudin juga menjadi idola baru di dunia perfilman religi tanah air.

Saat ditemui tim gomuslim pada acara temu komunitas fansclub mereka, Minggu (05/12), keduanya mengemukakan pendapatnya mengenai arti dakwah bagi diri mereka masing-masing. Hamas mengatakan bahwa dakwah artinya mengajak kepada hal positif serta memberikan nilai-nilai yang baik. Sementara Anandito yang akrab dipanggil Dito menurutnya dakwah adalah memberikan makna untuk perubahan yang lebih baik.

“Saya menyanyi lagu-lagu religi berawal dari penyanyi nassyid sejak SMP, saya merasa nyaman berada di lingkungan rohis karena syair dan nada nassyid menyerukan kebaikan,” ungkap Dito.

Dakwah tidak harus dilakukan dengan bentuk ceramah oleh ustadz maupun pemuka agama, setiap umat muslim bisa berdakwah dengan cara berbeda dan kemampuan yang dimilikinya, karena pada esensinya dakwah merupakan seruan untuk perubahan ke arah kebaikan. Demikian yang dilakukan Hamas dengan jalan dakwahnya melalui dunia akting, kerena film merupakan media visual yang mudah diserap dan diterima masyarakat.

Menebar kebaikan di jalan Allah memang tidak mudah, tantangan tentunya selalu dihadapi dalam mencapai keistiqomahan diri. Dito mengaku saat ini persaingan lagi-lagu barat dan lirik lagu yang tidak sesuai ajaran Islam menjadi tantangan yang harus dihadapi. Berani berinovasi dengan lagu-lagu nuansa Islami merupakan salah satu bentuk ikhtiar di jalan Allah.

Pada kesempatan kali ini usai menjadi bintang tamu di acara 1st Anniversary Anandivers dan Hamas Friends, kedua sahabat seiman ini mengaku Ustadz Salim A Fillah merupakan sosok pendakwah favorit keduanya dan patut dijadikan teladan.

Saat ini masyarakat menjadikan media sosial sebagai bagian dari hidupnya, sehingga berdakwah melalui media sosial jauh lebih mudah. Dito mengaku dengan menuliskan caption dengan kata-kata yang positif, memotivasi dan menyisipkan ayat  atau hikmah bisa menjadi inspirasi pembaca yang dapat mengandung amal jariah.

“Menurut saya ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam berdakwah di medsos yang pertama tidak ada unsur fitnah, kedua menebar nilai-nilai kebaikan dan yang ketiga adalah niatnya,” saran Hamas.

Berdakwah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, media dan kemampuan yang dimiliki. Setiap profesi juga mengandung nilai-nilai dakwah yang dapat dibagikan untuk kepentingan umat Islam dalam menebar kebaikan. (nat)


Back to Top