Pelajari Perbankan Syariah di Indonesia, Universitas Oman dan INAIS Bogor Jalin Kerja Sama

gomuslim.co.id- Perbankan syariah terus dikembangkan di Indonesia. Tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga sisi akademis. Saat ini, sudah banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta membuka program studi Perbankan Syariah. Pembukaan prodi tersebut salah satunya dalam rangka menunjang penguatan keuangan syariah di Tanah Air.

Baru-baru ini, sebuah perguruan tinggi asal Oman menyatakan ketertarikan untuk mempelajari perkembangan syariah dari Indonesia. Adalah Universitas Sultan Qaboos (SQU) Oman, sebagai perguruan tinggi negeri pertama dan satu-satunya di Oman sejak 1986 yang berniat mengkaji perkembangan bank syariah itu.

Demikian diungkapkan Vice Chancellor SQU, Ali Saud Al Bemani, dan Assistant Vice Chancellor for International Cooperation, Mona Al Fahad Al Said dalam pertemuan dengan Dubes RI KBRI Muscat Musthofa Taufik Abdul Latif. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh delegasi dari Institut Agama Islam Sahid (INAIS).

Ketua Penerangan, Sosial dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat, R.M. Virgino Rikaryanto dalam rilisnya mengatakan, kedatangan delegasi perguruan tinggi INAIS dalam rangka penjajakan kerja sama dengan dua perguruan tinggi terkemuka di Oman, yaitu Sultan Qaboos University University dan College of Sharia Sciences. Sementara, INAIS sendiri berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah yang dibentuk pada 2008,

“Meskipun Oman merupakan negara muslim, namun perbankan syariah relatif baru berkembang dengan dikeluarkannya ketentuan perbankan syariah pada 2011,” ujarnya.

Pada kunjungan tersebut, INAIS dipimpin Ketua Harian atau Pembina dan Pengembang Yayasan Wakaf Sahid Husnul Khotimah, Sri Bimastuti Handayani Sukamdani, serta Rektor INAIS Prof. Dr. Musa Hubeis.

Lalu, Ali Saud mengungkapkan pertemuan itu juga menjajaki kerja sama lainnya, seperti riset bersama dan pertukaran dosen maupun mahasiswa. “Terdapat sembilan fakultas di SQU, yaitu Hukum, Pendidikan, Ekonomi dan Politik, Pertanian dan Maritim, Kedokteran, Teknik, Seni dan Budaya, Ilmu Pengetahuan Alam dan Keperawatan dengan pengajaran dalam bahasa Inggris (70%) dan bahasa Arab (30%),” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini, SQU telah memiliki lebih dari 18.000 mahasiswa dan sekitar 6.000 staf, termasuk dua dosen dari Indonesia. “Kami juga memiliki mahasiswa dan dosen dari Indonesia, namun memang jumlahnya masih sedikit,” ungkapnya.

Selain itu, rombongan INAIS juga berkunjung ke College of Sharia Sciences (CSS) yang disambut Dekan CSS Abdullah Al Hashimi, serta Penasihat Menteri, Zeyad Talib Al Mawaly, dan sejumlah pengurus fakultas. Sebagai informasi, CSS merupakan insitut ilmu agama Islam yang dibentuk tahun 2000, perguruan tinggi negeri berada di bawah naungan Kementerian Wakaf dan Agama Oman. Saat ini, hanya ada dua mahasiswa asal Indonesia yang tengah menuntut ilmu di sana.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak menyatakan ketertarikan menjalin kerja sama yang lebih erat. Kerjasama itu antara lain pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia maupun dengan metode perkuliahan jarak jauh.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, menyatakan bahwa pihak Oman terkesan dengan sambutan dan sangat antusias untuk menjalin kerja sama dengan mitranya dari Indonesia, terlebih dalam perbankan syariah yang lebih dulu dipraktikkan di Indonesia. “Kedatangan pengurus perguruan tinggi INAIS ke Oman menunjukkan Indonesia memiliki potensi kerjasama di bidang akademik yang bisa dikembangkan lebih jauh bersama Oman,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top