Untuk Perdalam Tahapan Haji dan Umrah, Calon Jemaah Diimbau Tidak Sepelekan Program Manasik

gomuslim.co.id- Manasik Haji adalah petunjuk atau penjelasan tata cara mengerjakan rukun, wajib, dan sunnah haji dengan menggunakan miniatur kakbah dan dilaksanakan sebelum berangkat ke tanah suci. Kegiatan ini merupakan hak yang tidak bisa diabaikan bagi seorang muslim yang akan melaksanakan ibadah haji, yang dilakukan sebelum melakukan perjalanan Haji.

Calon jemaah haji dan umrah disarankan tidak meremehkan kegiatan manasik. Jadi, meski kepergian ke Tanah Suci bukan yang pertama kali, calon jemaah diimbau jangan merasa sudah bisa. 

Direktur Halimun Medical Center Briliantono Moenardi Soenarwo (SpOT) mengatakan persiapan berkunjung ke Rumah Allah harus dilakukan dengan matang.

"Pulang kampung saja persiapannya luar biasa, apalagi ini, selain silaturahim dengan Rasul dan para sahabatnya, Allah mengharapkan kita beribadah. Paling tidak sebelum haji dan umrah buka buku, baca-baca, jangan mengabaikan manasik," ujarnya.

Menurut dia, terkadang ada jamaah yang sudah beberapa kali ke Tanah Suci sehingga menganggap remeh manasik dan merasa sudah bisa menjalani semua ritual ibadah sehingga takabur. Pria yang akrab disapa Toni ini mengatakan kesalahan manusia ketika ke Tanah Suci ada dua, yakni melakukan ibadah berlebihan dan menganggap remeh. 

Menghadap ke Baitullah membutuhkan persiapan jiwa dan raga. Dia mengimbau calon jamaah membersihkan diri sebelum berangkat, yakni dengan meminta maaf kepada keluarga dan kerabat. Menurut Toni ada banyak manfaat rohani sekembalinya seseorang dari Tanah Suci.

"Begitu pulang, rasanya plong," ujarnya.

Seakan Allah SWT sudah mengangkat semua medosa-dosa seseorang selama hidup. Namun, jangan terlena. Jamaah haji dan umrah yang sudah kembali ke rumah, harus konsisten mempraktikkan perbuatan-perbuatan sesuai rukun Islam dan anjuran Rasulullah SAW.

"Kalau dulu shalatnya tidak tepat waktu, sekarang tepat waktu. Ditambah dengan sunah-sunahnya. Kalau sudah terbiasa, insya Allah jadi yang terbaik," kata Toni. 

Kendati demikian, tidak sedikit orang yang tidak mengalami perubahan sikap sekembalinya dari Tanah Suci. Orang-orang seperti ini diduga karena tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Untuk itu, ada baiknya sebelum berangkat ke Tanah Suci, calon jemaah hendaknya meluruskan niat karena Allah sehingga begitu pulang niat tersebut tetap melekat dan jamaah tidak terperdaya oleh urusan dunia.

Manasik haji dilakukan untuk dapat  memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan mereka ke tanah suci. Tujuan dari diadakannya manasik haji adalah untuk mempermudah calon Jama’ah Haji dalam memahami tentang ibadah haji baik secara teoritis maupun praktis sehingga diharapkan menjadi calon Jama’ah Haji yang mandiri dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar.

Adapun, lima Manfaat Manasik Haji, yakni; yang pertama, dapat mengetahui tentang doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji sampai kembali ke Indonesia dari Makkah, kedua dapat memberikan pemahaman mana yang wajib, rukun, sunah, dan haram saat melaksanakan ibadah haji.

Ketiga, dapat Mengetahui kondisi Makkah dan Madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya, keempat dapat saling mengenal jamaah lain sehingga saat di Makkah dapat saling membantu, dan yang kelima calon jemaah akan diajarkan Bahasa Arab untuk percakapan ringan di Makkah nantinya. (nat/dbs)


Back to Top