Warga Non Muslim Spanyol Jadi Penggemar Makanan Halal

gomuslim.co.id- Saat ini peluang bisnis makanan halal di dunia semakin digemari oleh masyarakat dunia. Tidak hanya umat muslim melainkan umat non muslim mulai melirik makanan halal dan menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya adalah kawasan Mediterania. Para pakar pun menyarankan negara di kawasan ini segera mempromosikan pasar halalnya supaya tidak tertinggal dengan negara lain.

Sebuah perusahaan riset berbasis di New York, Amerika Serikat, Dinar Stadard menyatakan industri makanan halal global diprediksi akan naik 17 persen dari US$1 triliun (Rp13.481,85 triliun) pada 2012 menjadi US$1,6 triliun (Rp21.570,91 triliun) pada 2018, hal ini seperti yang dikutip oleh Al Bawaba, Senin (5/12).

Pada jumat lalu konferensi ekonomi mediterania yang diselenggarakan di Barcelona ini dihadiri pula oleh para pemimpin politik dan bisnis. Konferensi ini membahas potensi besar pasar makanan halal. Para peserta konferensi meyakini industri makanan halal dapat secara signifikan meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut.

Para pemimpin Mediterania mengatakan perusahaan besar seperti Nestle telah meningkatkan investasi dan keahlian mereka di bidang makanan halal. Nestle  menargetkan konsumen dari populasi Muslim yang diperkirakan bertambah satu miliar orang pada tahun 2050. Pertumbuhan populasi ini juga disertai dengan peningkatan jumlah pendapatan.

Menurut sebuah perusahaan riset berbasis industri makanan halal di New York, Dinar Standard  industri makanan halal akan tumbuh menjadi $ 1,6 triliun yang mewakili hampir 17 persen dari total belanja global dalam makanan dan minuman pada tahun 2018, dari sekitar $ 1 triliun pada tahun 2012.

Kepala Halal Institute, Isabel Romero, mengatakan prodouk halal ini diminati karena sudah teruji keamanan dan kesehatannya. Kendati demikian, bisnis halal memegang peran penting dalam perdagangan internasional.

“Banyak orang yang berpikir makanan halal hanya menargetkan orang Islam. Namun di Spanyol lebih dari 30 persen konsumen produk halal bukanlah orang Islam,” ungkap Romero di acara  Mediteranian Economic Conference.

“Industri halal merupakan bagian integral dari ekonomi sosial yang memungkinkan adanya kemajuan sosial. Kami percaya halal adalah sebuah konsep holistik dan global yang memengaruhi semua orang. Ini berarti sesuatu yang memungkinkan kita untuk hidup lebih baik dengan cara yang sehat dan hormat," ujar Romero.

Produk halal merupakan sektor kunci dalam perdagangan internasional. Menurutnya, industri makanan halal bukan hanya menargetkan orang Islam saja. Di Spanyol, lebih dari 30 pesen konsumen produk halal bukanlah muslim.

Seorang profesor di sekolah Bisnis & Pemasaran Seville, Ana Isabel Gonzalez Santamaria, menambahkan, perusahaan harus memerhatikan beberapa hal untuk mempromosikan produk makanan halal.

Seperti halnya mendorong kerjasama penelitian, memberikan dukungan keuangan UKM, dan meningkatkan kesadaran profesional, industri, dan media untuk membantu sektor makanan halal meningkatkan pangsa pasar pangan global.

pengembangan pada sektor ekonomi di negara-negara Mediterania terkait makanan halal harus digencarkan. Jika terus dikembangkan maka akan berpeluang besar bagi negara-negara Mediterania  untuk mendapatkan keuntungan dari pasar halal yang kini tengah berkembang. (nat/dbs)


Back to Top