Tingkatkan Pemahaman Masyarakat, MUI dan Kemenag di Sumatera Gelar Sosialisasi Sadar Produk Halal

gomuslim.co.id- Kehalalan sebuah produk makanan merupakan hal penting bagi setiap muslim. Namun, tidak semua umat Islam mengetahui pasti bagaimana ciri produk halal. Guna menumbuhkan kesadaran terhadap produk halal kepada masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dayun belum lama ini menggelar Seminar Sadar Halal. Acara ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Dayun, Senin (05/12).

Kegiatan seminar yang menghadirkan narasumber Direktur LPPOM Provinsi Riau Dr. Sovia Anita itu dibuka langsung oleh Camat Dayun Zalik Efendi. Turut hadir pula Wakil Bendahara MUI Siak H. Hasan Basril, Ketua MUI Dayun Muhajir, serta ratusan masyarakat setempat sebagai peserta acara.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Dayun Muhajir M.Sy menjelaskan seminar tersebut diperuntukkan bagi pengusaha makanan makanan dan masyarakat setempat selaku konsumen. “Halal ataupun tidaknya sebuah makanan, akan berpengaruh terhadap sikap, mental yang mengkonsumsi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pengusaha produk makanan harus benar-benar memastikan kehalalan produk sebelum dipasarkan. “Ini penting untuk memastikan agar produk yang dipasarkan benar-benar bersih, halal dan terhindar dari bahan-bahan yang tidak halal,” tambahnya.

Pada kesempatan sama, Camat Dayun Zalik Efendi menyambut baik kegiatan sadar halal yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan Dayun. Ia menilai, acara ini merupakan kegiatan yang selama ini terabaikan, padahal penting untuk umat muslim untuk memilah mana yang halal dan mana yang haram.

“Seminar ini penting khususnya bagi masyarakat yang beagama Islam. Melalui seminar ini, peserta bisa memanfaatkan forum untuk menggali ilmu lebih dalam, apa yang masih menjadi keraguan tentang halal, langsung saja ditanyakan kepada narasumber yang sudah hadir,” katanya.

Di tempat berbeda, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara juga menggelar sosialisasi gerakan masyarakat sadar halal dan orientasi produk halal se-provinsi. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H Muchlis A Mahmud, di Kendari beberapa waktu lalu.

Menurut Muchlis, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat. Selain itu juga kepada para pengusaha supaya segara mensertifikatkan produknya karena masalah produk halal ini benar-benar diperhatikan masyarakat.

“Saya harapkan masalah label halal ini benar-benar diperhatikan oleh masyarakat terutama ketikan mengonsumsi atau berbelanja, perhatikan yang ada label halalnya, jika sudah ada label halal berarti itu sudah aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam sangat penting sebuah kehalalan dan kesucian sebagai tanggung jawab keagamaan. “Dalam melihat produk tersebut halal atau tidak, kami bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia, Balai POM dan unsur terkait lainnya,” tuturnya.

Muchlis juga mengharapkan agar masyarakat berhati-hati dalam mengonsumsi karena banyak produk dari luar seperti makanan yang tidak memiliki label halal begitu halnya kosmetik. “Untuk itu saya mengharapkan agar masalah produk halal ini di terapkan mulai dari keluarga, di lingkungan masyarakat, ini penting karena masalah halal ini sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia,” jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Pembinaan Syariah dan Sistem Informasi Urusan Agama Islam Kemenag Sultra, Samsu Rijal, melaporkan kegiatan itu diikuti sebanyak 60 orang diantaranya para penyuluh agama se Sultra, KUA se-Sultra, ormas Islam, dan tokoh masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini ingin memberikan pemahaman agar umat bisa mengetahui produk mana yang mau dikonsumsi halal atau tidak. Bukan hanya produk makanan tetapi juga kosmetik dan obat-obatan,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top