Inilah Pilihan Produk BSM untuk Kuatkan Sektor Ritel Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menghadirkan sebuah inovasi guna mengokohkan bisnis mereka. Inovasi terbaru dari BSM ini adalah sebuah rencana untuk memperkuat bisnis di sektor ritel melalui beberapa produk unggulan.

Beberapa produk tadi di antaranya griya, mikro, dan pensiunan. Selain itu, BSM juga ingin mengembangkan segmentasi bisnis di bidang pendidikan dan kesehatan. SEVP Finance and Strategy BSM Ade Cahyo Nugroho mengatakan sektor ritel masih menjadi salah satu prioritas bisnis BSM. "Sekarang banyak universitas, sekolah, serta rumah sakit Islam yang mulai besar. Ada potensi bisnis dan ini contoh segmen yang ingin kita garap," ujar Cahyo.

Lebih lanjut, Cahyo mengatakan bahwa pembiayaan griya BSM tumbuh moderat di kisaran 10-12 persen. Secara keseluruhan, target pembiayaan ritel BSM diperkirakan tidak sampai 10 persen hingga akhir 2016. Namun, nada optimis tetap diucapkan oleh Cahyo dengan pembiayaan ritel bisa tumbuh hingga 14 persen pada tahun depan. "Kami optimistis karena tahun depan kondisi ekonomi bisa lebih baik lagi," sambung Cahyo.

Selain itu, BSM juga tetap akan menggenjot produk gadai dan cicil emas karena memiliki pertumbuhan yang besar. Produk gadai dan cicil emas BSM bahkan menjadi market leader di  perbankan syariah.  Sampai dengan Agustus 2016, pertumbuhan gadai dan cicil emas mencapai angka Rp 150 miliar dengan outstanding pembiayaan per Agustus 2016 Rp 1,84 triliun atau tumbuh 21 persen dibandingkan Agustus 2015 yang sebesar Rp 1,52 triliun.

Untuk layanan gadai, BSM memiliki 272 konter layanan gadai khusus, sementara untuk cicil emas dapat dilayani  di seluruh cabang BSM di Indonesia. "Pertumbuhan produk cicil emas menunjukkan minat investasi masyarakat sudah mulai tinggi," katanya.

BSM sendiri baru saja mendapatkan tambahan modal Rp 500 miliar dari Bank Mandiri sebagai induk perusahaan. Penambahan modal tersebut menjadikan rasio kecukupan modal BSM berada pada kisaran 14,5 persen. Dengan tambahan modal tersebut, BSM berharap bisa membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 9-10 persen sampai 2017.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama BSM Agus Sudiarto mengatakan, penambahan modal ini akan memperkuat kinerja BSM dalam mencapai target bisnis. Tambahan modal tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis BSM yang difokuskan di lima sektor, yakni tabungan, gadai emas, mikro, griya dan pensiunan, serta haji dan umrah.

Agus mengungkapkan tambahan modal tersebut sesuai permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta BSM menaikkan rasio kecukupan modal menjadi 14 persen. "Namun, dengan tambahan modal ini, CAR kami justru mencapai 14,5 persen," ujarnya.

Dia menambahkan, BSM pada tahun depan masih fokus terhadap pengembangan bisnis di lima sektor, karena pangsa pasarnya sangat besar. Namun, BSM juga akan terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur yang diikuti Bank Mandiri sebagai induk usaha. (ari/dbs)


Back to Top